Sabtu, 27 de junho de 2026 – 13h26 WIB
VIVA – Legenda sepak bola Brasil, Zico, melontarkan peringatan kepada negaranya menjelang duel melawan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru kini telah menjelma menjadi salah satu kekuatan yang layak diperhitungkan di sepak bola dunia.
Coreia Selatan Belum Aman! Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026 Masih Berubah, Perebutan Babak 32 Besar Makin Sengit
O Brasil foi derrotado pelo Japão no Stadion Houston, América Serikat, na Selasa (30/6/2026) por WIB. Laga tersebut diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur Piala Dunia 2026.
Meski Selecao lebih diunggulkan jika melihat sejarah dan kualitas materi pemain, Zico menilai situasi saat ini sudah jauh berbeda dibanding algumas décadas silam. Ia melihat perkembangan pesat yang ditunjukkan sepak bola Japonês em alguns dias.
Pengakuan Pelatih Uruguai usa Timnya Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Saya Tak Bisa Memotivasi Pemain
Pria berusia 73 tahun itu menilai banyak pemain japonês kini berkiprah da elite competitiva Eropa. Pengalaman tersebut dinilai teria meningkatkan kualitas individual maupun permainan colektif Tim Samurai Biru secara signifikan.
Ayase Ueda de Timnas Japonês
Hasil Mesir x Irã 1-1: Os Faraós Lolos ke 32 Besar, Equipe Melli Masih Menanti Keajaiban
“Jepang sekarang berada di level yang jauh lebih kompetitif. Para pemain mereka pergi ke Eropa, seperti halnya pemain Brasil dan Amerika Selatan dahulu”, disse Zico, disse dari laman resmi FIFA.
Pandangan tersebut bukan sekadar opini. Zico merupakan sosok yang memiliki ikatan kuat dengan perkembangan sepak bola Japonês, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Sebagian Besar Karier Profissionalmente Memang Dihabiskan Bersama Flamengo. No entanto, mais uma vez pensei que iria melanjutkan kiprahnya no Japão com a Sumitomo Metals no período de 1991 a 1994.
Setelah gantung sepatu, perjalanannya di Negeri Sakura terus berlanjut. Ia sempat menangani Kashima Antlers sebelum dipercaya melatih Timnas Jepang selama empat tahun, sejak usai Piala Dunia 2002 hingga berakhirnya Piala Dunia 2006.
Pengalaman panjang tersebut membuat Zico memahami karakter permainan Japonês com sangat baik. Bahkan, ia pernah memimpin Samurai Biru menghadapi negara kelahirannya sendiri di ajang Piala Dunia.
Momen itu terjadi pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Kala itu, Japão yang diasuh Zico harus mengakui keunggulan Brasil com pontuação 1-4 nos grupos de fase pertinentes.
“Tentu saja itu sangat emosional. Sebelum pertandingan saya mengatakan kepada para pemain bahwa saya akan menyanyikan lagu kebangsaan Brasil seperti yang diajarkan kepada saya sejak kecil”, disse Zico.
Halaman Selanjutnya
“Namun begitu pertandingan dimulai, saya sepenuhnya mendukung Jepang,” lanjutnya.