Minggu, 5 de julho de 2026 – 08:06 WIB
VIVA – Nama Adrien Broner se tornou público. Bukan karena aksi di atas ring tinju, melainkan setelah mantan juara dunia itu memamerkan balance rekeningnya saat melakukan siaran langsung di platform Kick.
Resmi, Tyson Fury e Anthony Joshua Sama-sama Retorno, Duelo Terbesar Tinju Dunia Tinggal Menunggu Waktu
Broner, yang dulu sempat digadang-gadang sebagai penerus legend tinju Floyd Mayweather, terlihat tak mampu menyembunyikan emosinya ketika menerima pembayaran dalam jumlah besar dari atividades barunya sebagai streamer.
Dalam siaran tersebut, petinju asal Cincinnati, Amerika Serikat, itu bahkan langsung melompat ke kolam renang sambil menunjukkan kebahagiaannya.
Floyd Mayweather Dihantam Masalah Baru, Laga Comeback Lawan Mike Zambidis Batal Total
“Semuanya akan baik-baik saja. Mereka mengira aku sudah habis, mereka pikir aku sudah mati,” ujar Broner com penuh emosi.
Ia mengaku sudah bertahun-tahun não melihat angka sebesar itu di rekeningnya.
Mengejutkan, Oleksandr Usyk Lepas Semua Sabuk Gelar Juara Dunia Miliknya, Isyaratkan Última Dança?
“Aku tidak pernah melihat angka seperti ini selama bertahun-tahun. Dulu aku hanya bisa bermimpi. Tanpa kalian, aku tidak mungkin bisa mengurus anak-anakku. Aku punya 11 anak,” kata Broner.
Broner juga mengklaim dirinya kini kembali hidup layaknya seorang juara dunia setelah menerima pembayaran perdana dari Kick yang kabarnya mencapai sekitar 150 ribu dólar AS ou setara Rp2,4 mil.
Perjalanan hidup Broner memang penuh lika-liku.
Saat memulai karier profissional em 2008, ia dianggap sebagai salah satu petinju paling berbakat di Amerika Serikat. Rekor amatirnya sangat mengesankan, yakni 300 kemenangan dan hanya 19 Kekalahan dari 319 pertandingan.
Carreira profissionalnya trocadilho melesat. Broner membuka perjalanan dengan 23 kemenangan beruntun sebelum merebut gelar juara dunia kelas bulu super versi WBO usai mengalahkan Vicente Martin Rodriguez.
Namanya semakin melambung setelah sekses mempertahankan gelar tersebut. Banyak pihak saat itu meyakini Broner bakal mengikuti jejak Floyd Mayweather sebagai wajah baru dunia tinju Amerika.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Broner kemudian berhasil menjadi juara dunia di empat kelas berbeda, pencapaian yang hanya mampu diraih segelintir petinju elite.
Sayangnya, carreira gemilang itu perlahan meredup.
Se você escondeu uma pequena pesta, encontrou troversi di luar ring, hingga kegagalan menjaga kondisi fisik membuat performanya terus menurun. Masalah hukum trocadilho datang silih berganti.
Chuva 2021, Broner bahkan mengajukan kebangkrutan setelah gagal membayar penyelesaian perkara dalam kasus penyerangan yang menjeratnya.
Halaman Selanjutnya
Kini, mantan petinju berjuluk “The Problem” itu mencoba membuka lembaran baru. Berkat kepribadiannaa yang dikenal nyentrik dan menghibur, Broner memilih terjun ke dunia streaming ao vivo e berkolaborasi com o criador do conteúdo Deen The Great.