Jumat, 10 de abril de 2026 – 09:44 WIB
Jacarta, VIVA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat telah menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) desde 1976 hingga awal abril de 2026 senilai Rp530 triliun. Capaian ini mencerminkan kontribusi berkelanjutan BTN dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi massarakat Indonésia, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem perumahan seedal.
BTN Catat Telah Cetak 863 Pengembang Baru, Begini Caranya
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan capaian itu jadi reflecti dari perjalanan panjang BTN dalam membangun fondasi pembiayaan perumahan seedal. Selama hampir lima década, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ecosistem perumahan yang berkelanjutan. Jumlah 6 juta rumah yang telah kami biayai mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas social and pertumbuhan ekonomi melalui sector perumahan.
“Ke depan, kami terus memperkuat transformasi menuju além da hipoteca, di mana BTN tidak hanya melayani pembiayaan rumah, tetapi juga kebutuhan keuangan keluarga secara menyeluruh, mulai dari transaksi, usaha, hingga kebutuhan jangka panjang massarakat,” ujar Nixon dikutip dari keterangannya, Jumat, 10 de abril de 2026.
BRI Konsisten Dukung Programa Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga fevereiro de 2026
Nixon menambahkan, sesuai dengan visi sebagai Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia, BTN senantiasa menemani perjalanan hidup nasabah dengan layanan yang lengkap, dari sejak anak com o produto tabungan “Juara”, fase remaja dimana BTN hadir dengan ecossistema de pagamento digital, saat fase bekerja dilayani com renda extra, folha de pagamento, KPR, banco prioritário de lei hingga fase ketika nasabah pensiun com produto crédito pensiunan, asuransi e investasi lain.
“Kami juga menghadirkan inovasi pembiayaan melalui bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, sehingga nasabah dapat memperoleh solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi”, também.
Expansi Bisnis Ditopang Operacional Moderno, BTN Pastikan Kasih Layanan Serviços bancários completos
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menambahkan bahwa capaian tersebut didorong oleh konsistensi BTN dalam menjaga kinerja penyaluran serta memperluas akses pembiayaan di berbagai wilayah.
“Permintaan terhadap hunian layak e terjangkau terus meningkat, sementara tantangan di sector perumahan saat ini lebih banyak berasal dari sisi supply, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. BTN berupaya menjawab hal tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi, agar penyaluran KPR dapat berjalan sekretif dan menjangkau lebih banyak massarakat”, disse Hirwandi.
Halaman Selanjutnya
Dari sisi perfil debitur, mayoritas pengajuan KPR subsídio berasal de segmentos massarakat berpenghasilan rendah (MBR), com rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan, yang didominasi oleh pekerja di setor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta setor formal seperti aparelho sipil negara, karyawan swasta, e pegawai contrak. Hal ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan perumahan BTN menjangkau kelompok massarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam memperoleh hunian layak.



