Início Notícias Peredaran Narkoba di Riau Libatkan Jaringan Internasional, Satgas Dikerahkan

Peredaran Narkoba di Riau Libatkan Jaringan Internasional, Satgas Dikerahkan

17
0
Peredaran Narkoba di Riau Libatkan Jaringan Internasional, Satgas Dikerahkan

Sabtu, 25 de abril de 2026 – 19h43 WIB

Pekanbaru, VIVA – Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri e berbagai pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan dalam memerangi narkoba. Hal itu ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu, 25 de abril de 2026.

img_title

Eks Polisi Penembak Mati Pelajar di Semarang Positif Narkoba, Dipindah ke Nusakambangan

Apel tersebut menjadi penegasan bahwa perang terhadap narkoba di Riau foi memasuki fase séria, seiring meningkatnya ancaman yang kini tak lagi berskala Lokal, melainkan lintas negara.

Kegiatan ini diikuti oleh kekuatan lintas setor. Dari unsur TNI hadir gabungan Angkatan Darat, Angkatan Udara, e Angkatan Laut. Sementara dari Polri melibatkan berbagai satuan, mulai dari Brimob, Samapta, Polairud, Lalu Lintas, hingga fungsi Reserse Kriminal Umum, Reserse Kriminal Khusus, e Reserse Narkoba.

img_title

Satpol PP Tutup Klub Malam de PIK Gegara Kasus Narkoba

Tak hanya itu, recurso juga melibatkan berbagai instansi lain seperti Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kesbangpol, Satpol PP, Bea Cukai, Lembaga Pemasyarakatan, Avsec, hingga elementomen massarakat seperti Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANADE).

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam amanatnya menegaskan bahwa kejahatan narkotika di wilayahnya sudah sangat mengkhawatirkan karena melibatkan jaringan internacional.

img_title

Detik-detik Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Tutupi Wajah Saat Digiring ke Bareskrim

“Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas e menyelamatkan massarakat Riau,” ujar Hariyanto.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut membutuhkan langkah luar biasa, termasuk kolaborasi lintas setor yang concreto para melindungi massarakat, khususnya generasi muda.

“Oleh sebab itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk menyelamatkan massarakat, khususnya generasi muda kita dari ancaman narkoba,” disse ele.

Sementara itu, Kapolda Riau Herry Heryawan menyebut pembentukan Satgas Anti Narkoba sebagai langkah strategis dalam memperkuat respons negara terhadap ancaman narkotika yang semakin complex.

Menurutnya, peristiwa di Panipahan alguns waktu lalu menjadi alarm serius bahwa persoalan narkoba tak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban massarakat.

“Ini adalah jawaban konkret atas keresahan massarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Seluruh kekuatan yang ada hari ini kita consoledasikan untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi,” ujar Kapolda.

Halaman Selanjutnya

Ia menegaskan, Polda Riau menerapkan prinsip zero tolerancia terhadap narkoba tanpa kompromi bagi bandar maupun pengedar.

Halaman Selanjutnya

Fuente