Sabtu, 14 de março de 2026 – 17h47 WIB
Caravang, VIVA – Perjalanan mudik jarak jauh identik dengan biaya operacional kendaraan yang tidak sedikit, terutama to consumersi bahan bakar. No entanto, kehadiran kendaraan listrik mulai menawarkan alternatif yang lebih efisien dari sisi biaya perjalanan.
Pos Terpadu Simpang Gadog Hadirkan Konsep Istana Aladin, Fasilitas Lengkap para Pemudik Jalur Puncak
PT BYD Motor Indonesia menyebutkan bahwa mobil listrik berpotensi memberikan penghematan signifikan dibandingkan kendaraan bermesin convencional, khususnya untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.
Chefe de Relações Públicas e Governamentais PT BYD Motor Indonésia, Luther T. Panjaitan, mengatakan bahwa efisiensi biaya menjadi salah satu alasan semakin banyak massarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik untuk perjalanan antarkota.
Honda Kirim Ribuan Pemudik e Motor ke Kampung Halaman
Menurut dia, perbandingan biaya tersebut dapat dilihat melalui simulasi perjalanan Jacarta menuju Surabaya com jarak sekitar 800 quilômetros.
“O que significa que você pode gastar menos de 18 quilômetros por litro, se você quiser gastar 800 quilômetros de acordo com o consumo convencional de 18 quilômetros por litro”, disse Luther.
Sesuaikan com capas de bateria Kendaraan, este tipo de carregador EV
Dengan asumsi harga bahan bakar saat ini, kebutuhan tersebut membuat biaya perjalanan diperkirakan mencapai lebih dari Rp450,000.
Sebaliknya, jika menggunakan kendaraan listrik, biaya perjalanan bisa jauh lebih rendah. Dalam simulasi yang dilakukan menggunakan salah satu model BYD, yaitu BYD M6, contaktsi energi rata-rata kendaraan listrik diperkirakan sekitar 8 quilômetros por kWh.
Com uma grande eficiência energética, perjalanan sejauh 800 quilômetros hanya membutuhkan sekitar 100 kWh energia listrik.
“Dengan perhitungan tersebut, biaya yang dibutuhkan para perjalanan yang mesmo diperkirakan sekitar Rp263,000,” disse Luther.
Perbandingan tersebut menunjukkan adanya potens penghematan yang cukup signifikan ketika menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh.
“Secara angka kita melihat adanya potens penghematan lebih dari 40 persen saat menggunakan EV dibandingkan mobil convencional,” disse ele.
Selain factor biaya, Luther menilai meningkatnya penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan mudik juga dipengaruhi oleh semakin baiknya performa kendaraan listrik serta berkembangnya infrastruktur pendukung.
Menu dia, agar kendaraan listrik dapat digunakan secara ideal to perjalanan jarak jauh, terdapat alguns factores penting yang perlu diperhatikan.
“Para melhorar o uso de jarak jauh menggunakan EV, há três elementos de penting yang diperlukan, yaitu performa dan daya tahan kendaraan, ketersediaan infrastruktur, serta ecosistem pendukung yang kuat,” tutur dia.
Halaman Selanjutnya
Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia sendiri menunjukkan tren yang cukup pesat dalam alguns tahun terakhir. Em 2024, a população total de kendaraan da Indonésia foi de 43.000 unidades. Angka tersebut kemudian meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2025 menjadi sekitar 104.000 unidade.



