Início Notícias Perang Iran-AS Makin Sengit, Pertamina Relokasi Pekerja no Iraque e UEA

Perang Iran-AS Makin Sengit, Pertamina Relokasi Pekerja no Iraque e UEA

17
0
Perang Iran-AS Makin Sengit, Pertamina Relokasi Pekerja no Iraque e UEA

Jumat, 13 de março de 2026 – 09:29 WIB

Jacarta, VIVA – PT Pertamina Internasional Exploração e Produção (PIEP) foi realizada em 11 dias em Basra, Iraque, e em 8 dias em Dubai, no Emirado Árabe (UEA).

img_title

Jelang Mudik Lebaran, Pertamina Patra Niaga Pastikan Kesiapan Distribui dari Kapal hingga SPBU

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi mengatakan, kondisi geopolitik yang dinamis tentunya berpengaruh bagi operasi PHE di Iraq.

“Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” Kata Awang dalam keterangannya, Jumat, 13 de março de 2026.

img_title

Selat Hormuz Bergejolak, Bos Pertamina Cari Sumber Impor Minyak Alternatif

Pertamina

Dia mengatakan bahwa proses evakuasi de Basra, Iraque ke Jacarta membutuhkan waktu setidaknya 14 hari. Waktu yang panjang dibutuhkan karena adanya penutupan sejumlah bandara internacional, especialmente na Cidade do Kuwait, Dubai e Doha.

img_title

Mutasi Besar-besaran TNI, Kini Posisi Kaster TNI Ada Lagi

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menegaskan, keselamatan Perwira merupakan prioritas perusahaan. O PIEP implementou um processo de Saúde, Segurança, Proteção e Meio Ambiente (HSSE) no Plano de Continuidade de Negócios (BCP) que será implementado e coordenado com a Pertamina Holding, Subholding Upstream e outras empresas.

“Kami juga terus memonitor situasi secara real time memastikan perlindungan best bagi seluruh staff,” disse Syamsu.

Dia menegaskan para avaliar o plano de contingência rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan air space akan memudahkan proses evakuasi ke depan. Pertamina Iraq Eksplorasi & Produksi (PIREP) troca de informações com o uso da Equipe de Resposta de Emergência (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP secara paralelamente juga memperkuat reklamasi dan koordinasi strategis com KBRI Bagdá, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Iraque menuju perbatasan di Safwan e masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Arab Saudi.

Setelahnya seluruh staff menempuh perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonésia. Equipe Sebagian tiba di Jacarta em 10 de março de 2026, sedangkan sisanya baru tiba 11 de março de 2026.

Halaman Selanjutnya

Selain memastikan keselamatan personal, PIEP juga menghubungi keluarga seluruh Perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung, sekaligus menyediakan saluran Communikasi hotline 24 jam guna memastikan keluarga memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan.

Halaman Selanjutnya

Fuente