Sabtu, 30 de maio de 2026 – 23h37 WIB
Jacarta, VIVA – Penguatan hubungan bilateral antara Indonésia e Prancis dinilai memiliki arti penting dalam mendukung berbagai kepentingan strategis seedal, mulai dari sector ekonomi, investasi hingga pertahanan.
Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp61 Triliun dari Prancis
Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf, mengatakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis menunjukkan upaya pemerintah to memperluas kerja sama dengan berbagai negara mitra strategis di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara-negara penting di Kawasan Eropa.
Anggota DPR Nilai Pembentukan DSI Bisa Berdampak ke Perekonomian Nasional
“Misalnya, terkait IEU CEPA dan (kerja sama) dewan ekonomi antara KADIN dan kamar dagang Prancis. Hal ini berarti Indonesia secara resmi mengingingkan Prancis melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia,” kata dia, dikutip Sabtu, 30 de maio de 2026.
Subhan menilai kerja sama yang semakin erat dengan Prancis berpotensi memberikan manfaat bagi Indonesia di berbagai sector. Selain dikenal sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi besar di Eropa, Prancis juga memiliki kapasitas tecnologia pertahanan yang dinilai maja.
Prabowo Kembali ke Jacarta Bawa 4 Kesepakatan com Prancis Capai USD 3,5 milhões
Indonésia sendiri selama ini telah menjalin sejumlah kerja sama di bidang pertahanan dengan Prancis, termasuk pengadaan alutsista e pengembangan tecnologia milliter.
“Jika Indonésia-Prancis erat, tentu sangat bagus buat Indonésia. Karena meski bukan negara hagemoni ekonomi, tetapi untuk teknologi milite, Prancis sangat mumpuni,” tuturnya.
Lebih lanjut, Subhan melihat intensitas reklamasi dan pertemuan antara kedua negara menunjukkan adanya komitmen untuk memperkuat hubungan yang saling menguntungkan.
Eu menilai hubungan tersebut penting dijaga dalam kerangka kemitraan yang setara sehingga dapat menghasilkan manfaat konkret bagi kedua belah pihak.
“Saya artikan sebagai upaya mempererat hubungan, yang tentunya berlangsung dalam gestur dua arah, dalam arti setara, tidak ada yang subordinatif. Hal ini penting dicatat, karena menjadi berbeda jika banyak kunjungan, tapi tidak dalam posisi yang egaliter setara, baik secara postur diplomatis maupun secara resultado yang dihasilkan,” ucap dia.
Menurut Subhan, diplomas yang dijalankan Indonésia saat ini menunjukkan upaya membangun hubungan baik dengan berbagai negara dan kelompok estratégias dunia. Pendekatan tersebut dinilai penting to memperluas peluang kerja sama sekaligus menjaga kepentingan seedal di tengah perubahan geopolitik global.
Halaman Selanjutnya
“Presidente Prabowo sedan mengemban tugas demi kepentingan seedal Indonésia, com abordagem yang sangat kalkulatif, karena berhasil mempresentasikan gesto persahabatan e perdamaian langsung kepada líder global do bloco berbagai, misalnya BRICS bersama Rússia e China, com AS melalui hubungan bilateral, e sekarang Uni Eropa Superpotência, yakni Prancis,” katanya lagi.