Início Notícias Pengalihan Importa Bahan Baku Gula Rafinasi dari Swasta ke BUMN Diprotes, Ini...

Pengalihan Importa Bahan Baku Gula Rafinasi dari Swasta ke BUMN Diprotes, Ini Sebabnya

17
0
Pengalihan Importa Bahan Baku Gula Rafinasi dari Swasta ke BUMN Diprotes, Ini Sebabnya

Rabu, 15 de abril de 2026 – 19h18 WIB

Jacarta, VIVA – Pemerintah berencana untuk mengalihkan import bahan baku gula rafinasi dari swasta ke BUMN, sebagaimana yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Rabu, 8 de abril de 2026 lalu.

img_title

Menperin Janji Jaga Pasokan & Harga Plastik Bagi Pelaku Industri Kecil Menengah

Pengalihan itu diusulkan karena adanya dugaan rembesan gula rafinasi ke pasar consumeri, para aumentar a kerugian Sugar Co e mencapai swasembada gula.

Menangggapi hal itu, pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengkritik rencana pemerintah tersebut.

img_title

Semua Eksepsi Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank Ditolak

“Pengalihan import itu bukan solusi. kalau dalam teori rantai pasok itu ya menambah satu titik pemasaran lagi, yang itu ujung-ujungnya mereka kan akan mengutip kan,” kata Khudori margin dalam keterangannya, Rabu, 15 de abril de 2026.

Ilustrasi gula.

img_title

MIND ID Catat Pendapatan Rp 159 Triliun pada 2025, Laba Bersih Naik 13 pessoas

“Ujung-ujungnya harga açúcar bruto akan mahal, kemudian akan berdampak kepada pabrik gula rafinasi yang menggunakan bahan baku açúcar bruto”, ujarnya.

Isso significa que você pode fazer isso baku nantinya akan dibebankan oleh rafinasi industrial, ke industri makanan minuman dan farmasi. Akhirnya, consumidor yang akan memikul kenaikan biaya tersebut.

Kebijakan itu menurut Khudori akan mengulang kegagalan pemerintah mencapai swasembada daging sapi, com cara mengimpor daging kerbau dari India dan import kedelai oleh BUMN.

“Ujung-ujungnya consumidor yang harus membayar dalam harga yang sangat-sangat mahal, karena pada akhirnya BUMN yang ditugasi berdikari e PTPPI itu dia tidak punya kemampuan financeira secara cukup dan dia juga tidak punya jejaring pemasaran,” disse Khudori.

Terkait perembesan gula rarfinasi ke pasar consumersi, menurut Khudori hal itu bukan persoalan siapa yang melakukan import bahan baku gula rafinasi. Perembesan itu berakar dari lemahnya pengawasan pemerintah, dan tingginya disparitas antara harga gula rafinasi dan gula consumersi.

“Akar problemnya itu ya pabrik gula consumersi kita yang memang tidak efisien kan, terutama yang BUMN, sehingga pasar itu harus dibelah, dipisahkan antara gula consumersi dan gula raffinasi,” disse.

Menara BTN.

BTN Cetak Laba Bersih Rp1.1 Triliun pada Kuartal I-2026, Naik 22.6 Persen

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ou BTN, mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) no trimestre I-2026.

img_title

VIVA.co.id

15 de abril de 2026

Fuente