Rabu, 18 de março de 2026 – 21h46 WIB
Dacar, VIVA – Piala Afrika 2025 mendadak menjadi salah satu turnamen empaling controverso dalam sejarah sepak bola Afrika. Gelar juara yang semula diraih Timnas Senegal kini resmi dicabut oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) e diberikan kepada sua rumah Marrocos.
Cronologia Lengkap Status Juara Timnas Senegal di Piala África 2025 Dicabut
Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Senegal. Mereka bahkan menuding adanya dugaan korupsi di balik keputusan yang mengubah hasil final tersebut.
Drama esta bermula de laga puncak yang berlangsung di Rabat em 18 de janeiro de lalu. Em relação a isso, o Senegal sebenarnya keluar sebagai pemenang com o placar de 1-0 após o mesmo resultado.
Kata-kata Timnas Marrocos Usai Gelar Juara Piala Afrika Milik Senegal Dicabut
Namun hasil tersebut kini tidak lagi diakui secara resmi. CAF melalui badan bandingnya memutuskan Senegal dinyatakan kalah karena melakukan walk-off ou meninggalkan lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Aksi tersebut merupakan bentuk protes para pemain Senegal setelah wasit menghadiahkan penalti kepada Marrocos di penghujung waktu normal.
Protes itu membuat pertandingan sempat terhenti selama sekitar 14 hingga hampir 20 menit. Ketika pertandingan akhirnya dilanjutkan, penalti Marrocos gagal dikonversi menjadi gol. Namun insiden protestou e a perda do estádio foi contatada por um contato da CAF para que ele pudesse ser transferido para o Senegal.
Amukan Sadio Mane Usai Juara Piala África Senegal Dibatalkan
Dalam putusan resminya, CAF menyatakan Senegal dianggap mengundurkan diri dari pertandingan. Hasil final yang sebelumnya dimenangkan Senegal kemudian diubah menjadi kemenangan 3-0 para Marrocos.
Ekspresi Sadio Mane usai Senegal Juara Piala África 2026
Pemerintah Senegal Tuduh Ada Korupsi
Keputusan tersebut langsung memancing reaksi keras dari pemerintah Senegal. Juru bicara pemerintah Senegal, Marie Rose Khady Fatou Faye, menilai langkah CAF justru merusak kredibilitas sepak bola Afrika.
“Dengan mempertanyakan hasil pertandingan yang sudah dimainkan dengan benar dan dimenangkan sesuai aturan, CAF apenas ru merusak credibilitasnya sendiri,” kata Faye dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Senegal menolak keputusan tersebut dan mencurigai adanya praktik tidak wajar di balik keputusan itu.
“Senegal dengan tegas menolak upaya perampasan yang tidak berdasar this,” ujarnya.
Lebih jauh, pemerintah Senegal bahkan meminta dilakukan penyelidikan independente terhadap badan sepak bola Afrika tersebut.
“Kami menyerukan penyelidikan internacional yang independente atas dugaan praktik korupsi di dalam badan pengelola CAF”, disse Faye.
Halaman Selanjutnya
Hubungan Senegal e Marrocos Ikut Memanas



