Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan

Minggu, 24 de maio de 2026 – 23:00 WIB

VIVA –Menyusul com dentro de um período de 15 contatos de 25 contatos com você exporta para Singapura em 24 de maio de 2026. Depois de ler a notícia. Pengacara perusahaan, Poltak Silitonga menyayangkan tindakan penyegelan tersebut oleh petugas Komando Daerah Angkatan Laut IV Batam.

img_title

Prabowo Bangga Gaji Hakim da Indonésia Lebih Tinggi de Singapura-Malásia

Diungkap Poltak tindakan tersebut dinilai ‘mengangkangi’ undang-undang. Sebab, barang yang dieskpor perusahan tersebut tealh terverfikasi dokumen yang sah dari Bea Cukai e dan perizinan dari lembaga Pemerintah Indonesia.

“Atas perintah siapa pembukaan segel secara paksa itu dilakukan, nanti akan saya gugat,” kata dia kepada awak media, Minggu 24 de maio de 2026.

img_title

Seluruh Kapal Peserta Global Sumud Flotilha Dicegat Israel

Não há nenhum contato com o PT Putra Mineral Mandiri (PMM) que não seja o mais importante.

“Itu tindakan yang tidak patut. Pembongkaran paksa kontaktiner itu tidak sah,” sambungnya.

img_title

KSP Ungkap 5 WNI Ditangkap Israel, 4 Lainnya Lolos Dalam Kondisi Rawan

Poltak menilai tindakan tersebut sewenang wenang e arogan karena tanpa dilengkapi Surat Perintah e tanpa konfirmasi kepada dirinya selaku kuasa hukum pemilik barang.

Dia menegaskan, apapun alasannya, barang muatan yang sudah lulus verifikasi oleh lembaga pemerintah sudah memiliki kekuatan hukum, sehingga tidak bisa dilakukan pembongkaran sembarangan.

“(Pembongkaran) É melanggar udang-undang karena sudah diuji oleh lembaga yang sah pemerintah, kalaupun mau dibongkar ya harus ada perintah dari pengadilan, bukan perintah si A ou perintah si B. Negara ini kan negara hukum, lain hal jika sudah berubah jadi negara kekuasaan,” sambungnya.

Ditangkap KRI Kujang 642 Koarmada RI

Sebelumnya, kapal Tongkang Capricorn yang mengangkut 25 contatos bahan mineral tambang tujuan export ke Singapura, ditangkap oleh KRI Kujang 642 Koarmada RI. Kapal ditangkap diperairan Nongsa Batan dalam perjalanan dari Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung menuju Singapura.

Oleh KRI Kujang 642, Kapal Tongkang Capricórnio kemudian diserahkan ke Markas Kodaerah IV Batam. Penangkapan itu mendapat protes dari pemilik barang dengan alasan kegiatan kapal sudah dilengkapi dokumen yang sah.

Protes dilontarkan pengacara Poltak Silitonga yang berkirim surat kepada pimpinan Markas Kodaeral IV Batam. No local, o pihak Kodaeral IV Batam foi criado para pihak com a persistência de Markas Kodaeral IV Batam. Rapat dipimpin Wadan Kodaeral IV Batam, Laksma TNI K. Budyarto, Jumat, di Batam, Kepulauan Riau 22 Mei lalu.

Halaman Selanjutnya

“Bagaimana bisa terjadi penangkapan e penahanan kapal, sementara seluruh dokumen kapal sudah dilengkapi e terverifikasi oleh instansi terkait. Ini ada apa?” Tânia Poltak.

Halaman Selanjutnya

Fuente