Pembelaan Shin Tae-yong soal Kasus Dugaan Penyerangan Pemain Ulsan HD hingga Dijatuhkan Sanksi Berat

Jumat, 24 de julho de 2026 – 14h01 WIB

VIVA – Pelatih Persija Jacarta, Shin Tae-yong, tengah menghadapi masalah disiplin di Korea Selatan. Ia bahkan terancam mendapat sanksi berat dari Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) terkait kasus dugaan penyerangan terhadap pemain saat menangani Ulsan HD.

img_title

Kim Sang-sik Ungkap Modal Besar Vietnã Pertahankan Gelar Piala AFF, Tetap Waspadai Timnas Indonésia

Shin Tae-yong kini telah kembali ke Indonésia setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih Persija Jacarta. Namun, kepulangannya ke Tanah Air masih dibayangi persoalan yang belum sepenuhnya selesai di negara asalnya.

Sebelum melanjutkan carreira como Persija, Shin Tae-yong sempat menangani Ulsan HD. No entanto, masa baktinya bersama club tersebut hanya berlangsung selama 65 hari sebelum ia mengundurkan diri.

img_title

PSSI Coreia Jatuhkan Sanksi kepada Shin Tae-yong, Apa Dampaknya terhadap Karier na Pérsia Jacarta?

Pelatih Persija, Shin Tae-yong

Pelatih Persija, Shin Tae-yong

Foto:

  • tvOnenews.com – Ilham Giovanni

Kepergiannya dari Ulsan HD kemudian diwarnai sejumlah controversa. Shin Tae-yong dilaporkan terlibat perselisihan dengan pemain dan menghadapi tuduhan melakukan tindakan kekerasan terhadap salah satu anak asuhnya.

img_title

Terungkap! Begini Nasib Shin Tae-yong da Pérsia usa Kena Sanksi 10 Tahun hingga Pengusiran Permanen dari Korea Selatan

Dilansir dari Yonhap News, Asosiasi Sepak Bola Coreia kemudian menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong melalui keputusan Komite Disiplin.

Seorang pejabat KFA mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah komite menggelar rapat untuk membahas kasus mantan pelatih Ulsan HD tersebut.

“Kami baru-baru ini mengadakan rapat Komite Disiplin KFA dan memutuskan untuk mengambil tindakan disiplin terhadap mantan pelatih (Ulsan HD) Shin Tae-yong,” ujar pejabat KFA.

Kontroversi tersebut bermula dari sejumlah persoalan selama Shin menangani Ulsan HD em Agustus 2025. Selain dugaan penyerangan terhadap pemain, ia juga dikaitkan com perselisihan serta interna dugaan penyalahgunaan fasilitas club, termasuk tudingan bermain golfe ketika tim sedan menjalani pertandingan tantang.

Pada Mei lalu, Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga e Pariwisata Korea Selatan telah lebih dulu mengambil keputusan terkait sanksi terhadap Shin Tae-yong.

Setelah keputusan tersebut, KFA menggelar rapat Komite Fair Play para menentukan bentuk tindakan disiplin secara lebih terperinci.

“Sanksi berat tersebut meliputi penangguhan kualifikasi (selama 10 tahun), penangguhan dari kometisi, dan pengusiran permanen. Tindakan disiplin ini hanya berlaku di Korea Selatan sejak tanggal pemberitahuan,” tulis Channel A dalam laporannya.

KFA kemudian dilaporkan telah menyampaikan hasil keputusan tersebut kepada Shin Tae-yong. Sang pelatih trocadilho menyatakan akan mempertimbangkan langkah banding.

Halaman Selanjutnya

Dalam wawancara terbaru com toda a mídia, Shin Tae-yong akhirnya membroikan pembelaannya terkait kasus tersebut. Ia mengaku memiliki banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi memilih menahan diri demi menjaga kondisi para pemain yang pernah bekerja dengannya.

Halaman Selanjutnya

Fuente