Jumat, 22 de maio de 2026 – 22h16 WIB
Jacarta, VIVA – Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) menyelenggarakan forum KPPRI 2026 sebagai ruang dialog namial untuk memperkuat peran perempuan di parlemen dalam mendorong transformsi kebijakan yang inklusif, responsif gênero, dan berorientasi pada perlindungan massarakat.
Essa habilidade é Mulai Dipelajari Banyak Ibu e Wanita agar Lebih Mandiri e Percaya Diri
Este fórum apresentou o tema “Perempuan di Parlemen: Dari Representasi menuju Transformasi Kebijakan”. Este tema menegaskan bahwa keterwakilan perempuan di parlemen tidak boleh berhenti pada angka e formalitas politik semata, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang nyata, berdampak, dan berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya perempuan, anak, keluarga, dan quelompok rentan.
“Saat ini dunia menghadapi berbagai tantangan global yang semakin elektro, mulai dari konflik dan krisis kemanusiaan, ketimpangan ekonomi, ancaman kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga tantangan transformasi digital dan disrupsi social,” kata Sekjen Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) Sarifah Ainun Jariyah no terceiro trimestre, 22 de maio de 2026.
Ketika Wanita e Anak-anak Irã Belajar Operacional Senapan AK-47 para Melawan AS
Na situação mais longa, kata Sarifah, perempuan memiliki kontribusi strategis dalam membangun perdamaian, memperkuat kohesi social, serta menghadirkan perspektif kemanusiaan dalam pengambilan kebijakan publiclik.
Karena itu, menurutnya perempuan parlemen memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan fungsi legislasi, pengawasan, angaran, e diplomasi parlementer yang menghadirkan keadilan social and perlindungan terhadap massarakat.
Anwar Ibrahim Ancam Bubarkan Parlemen Malásia, Siap Gelar Pemilu Lebih Awal
“Fórum KPPRI ini juga menjadi momentum consolidadasi lintas partai, lintas lembaga, dan lintas negara untuk memperkuat agenda perempuan dalam pembangunan seedal maupun perdamaian dunia,” ujarnya.
Sarifah mengatakan, kegiatan ini menghadirkan anggota perempuan parlemen, kementerian dan lembaga negara, organização perempuan, ONG, akademisi, organização internacional, hingga perwakilan kedutaan besar negara sahabat.
Melalui forum ini, KPPRI ingin menegaskan alguns komitmen penting. Pertama, mendorong keterwakilan perempuan yang substantivo e berdampak terhadap arah kebijakan negara.
Kedua, memperkuat kebijakan yang responsif gênero dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, demokrasi, HAM, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan.
Ketiga, memperkuat diplomasi parlementer perempuan dalam agenda perdamaian dunia dan perlindungan kemanusiaan.
Keempat, memperluas kolaborasi multipihak antara parlemen, pemerintah, massarakat sipil, organizações internacionais, mídia, e comunidades globais para memperkuat kepemimpinan perempuan.
Halaman Selanjutnya
Kelima, menjadikan KPPRI sebagai plataforma estratégias dalam memperkuat jejaring perempuan parlemen baik di tingkat seedal maupun internacional.


