Sabtu, 27 de junho de 2026 – 22h39 WIB
VIVA – Timnas Korea Selatan menuai sorotan tajam setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026.
Daftar 28 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Tinggal 4 Tiket Tersisa
Kekalahan tersebut membuat Taegeuk Warriors gagal lolos langsung ke babak 32 besar dan kini hanya bisa berharap melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63 memastikan kemenangan Afrika Selatan sekaligus mengantarkan mereka finis sebagai vice-campeão Grup A. Sementara itu, Coreia Selatan harus puas berada di peringkat ketiga Klasemen.
Coreia Selatan Belum Aman! Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026 Masih Berubah, Perebutan Babak 32 Besar Makin Sengit
Pemain Coreia Selatan, Hwang In-beom, Lee Gi-hyuk e Son Heung-min
Suasana Mixed Zone Stadion Monterrey usai África Selatan kalahkan Coreia Selatan 1-0 di Piala Dunia 2026
Thierry Henry Tak Habis Pikir Lihat Permainan Coreia Selatan: Tak Punya Ambisi Menang
Pela Coreia Selatan para melaju ke fase gugur memang masih terbuka melalui jalur wildcard. Namun, namib mereka bergantung pada hasil pertandingan di group lain, com posição yang semakin terancam karena sejumlah tim seperti Suécia, Equador, Paraguai, Irã, e Croácia berada di atas mereka dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.
Di tengah situasi tersebut, legenda sepak bola Korea Selatan, Park Ji-sung, melontarkan kritik keras kepada Pelatih Hong Myung-bo sekaligus Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).
Menurut Park, performa Korea Selatan sepanjang fase group jauh dari memuaskan dan sulit berharap banyak meski nantinya berhasil lolos ke babak 32 besar.
“Kami belum tersingkir, tetapi rekor satu kemenangan dan dua kekalahan akan mengakibatkan tersingkir (dari babak grup) di Piala Dunia Qatar 2022,” ujarnya dilansir dari Sports Seoul.
“Tentu saja, kami dapat melaju ke Babak 32 Besar (sebagai wild card karena finis ketiga di grupo), tetapi masih diragukan apakah kami akan mampu menunjukkan performa yang baik bahkan di sana.”
A lenda do Manchester United é uma pessoa que se destaca pelo time do Timnas Korea Selatan, mas não se importa com o que aconteceu, o que significa que o sistema tem uma bola sepak que pode ser usada com muita força.
“Pada akhirnya, kita tidak bisa tidak merasa bahwa kesalahan terletak pada organisasi yang memimpin sepak bola Coreia.”
Ia mengaitkan kondisi tersebut com minimnya perkembangan sistema pembinaan selama kepemimpinan panjang mantan Presidente KFA, Chung Mong-kyu.
Park Ji-sung menegaskan perubahan besar tidak bisa terjadi secara instantaneamente e membutuhkan waktu bertahun-tahun para membagun fondasi yang kuat.
Halaman Selanjutnya
“Sejujurnya, jin tidak bisa muncul seperti sihir dalam sekejap dan mengubah segalanya. Bukan hanya 10 tahun terakhir yang seperti ini; sudah seperti ini sejak lama.”