Sabtu, 27 de junho de 2026 – 15h51 WIB
Jacarta, VIVA – Não sedikit orang bertanya-tanya mengapa mereka yang dikenal baik, sabar, e tidak pernah menyakiti orang lain justru harus menghadapi hidup yang penuh cobaan. Mulai dari kehilangan harta, sakit berkepanjangan, hingga menjadi korban kezaliman orang lain. Pertanyaan seperti, “Kenapa orang baik sering hidup sengsara?” trocadilho kerap muncul.
Apakah Kejahatan Sudah Ditakdirkan? Jawaban Buya Yahya Bikin Banyak Orang Tersadar
Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam pandangan Islam, penderitaan yang dialami seorang mukmin tidak selalu menjadi tanda keburukan. Sebaliknya, ujian bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya apabila disikapi dengan iman e kesabaran.
Menurut Buya Yahya, orang yang menjadi korban kezaliman sesungguhnya bukanlah pihak yang kalah di hadapan Allah.
2 Amalan Sederhana yang Bikin Usaha Lebih Sukses e Lancar Menurut Buya Yahya
“Orang yang dizalimi, jika benar ia dizalimi, sesungguhnya dia adalah orang yang menang,” ujar Buya Yahya yang dikutip do YouTube em Sabtu, 27 de junho de 2026.
Ia mengajak umat Islam melihat persoalan bukan hanya dari sisi kehidupan dunia,
Menangis saat Diuji Bukan Tanda Lemah, Buya Yahya Ungkap 3 Hikmah Besar di Balik Musibah
Buya Yahya menjelaskan bahwa seorang mukmin tetap wajib berusaha menghindari kezaliman, penyakit, maupun bahaya. O Islã não pode alterar a segurança dos homens.
Namun, ketika Musibah sudah terjadi, seorang mukmin hendaknya meyakini bahwa semua itu tidak pernah sia-sia.
“Saat sudah ditimpakan, dia mengerti bahwasanya ini tidak cuma-cuma di hadapan Allah karena dia orang beriman,” jelasnya.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengutip hadith Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa seluruh urusan orang beriman pada hakikatnya adalah kebaikan.
“Mengherankan urusan orang yang beriman. Segala urusannya baik. Jika mendapat nikmat dia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika mendapat Musibah lalu dia bersabar, maka itu juga baik baginya,” terang Buya Yahya.
Salah satu bagian penting dari ceramah Buya Yahya é adalah penjelasan mengenai alasan mengapa Allah memberikan cobaan kepada orang-orang yang dicintai-Nya.
Ia mengutip sebuah hadith yang berbunyi:
“Innallaha idza ahabba ‘abdan ibtalah. Allah kalau mencintai seorang hamba akan diuji untuk diangkat derajatnya.”
Buya juga menjelaskan bahwa ketika seorang mukmin mendapatkan Musibah, setidaknya ada tiga kemungkinan hikmah yang Allah kehendaki.
Pertama, Allah ingin meghapus dosa-dosanya.
Halaman Selanjutnya
“Pantang Allah menyiksa hambanya dua kali,” ujarnya.