Início Notícias Nyepi Bertepatan Ramadhan, Menag Nasaruddin Umar: Ini Pengingat Kita Satu Bumi, Satu...

Nyepi Bertepatan Ramadhan, Menag Nasaruddin Umar: Ini Pengingat Kita Satu Bumi, Satu Keluarga

18
0
Nyepi Bertepatan Ramadhan, Menag Nasaruddin Umar: Ini Pengingat Kita Satu Bumi, Satu Keluarga

Rabu, 18 de março de 2026 – 15h44 WIB

Jacarta, VIVA – Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 antes deste terasa berbeda. Momen sakral bagi umat Hindu tersebut hadir di tengah suasana bulan suci Ramadan e menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai pertemuan dua momentum keagamaan ini menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman di Indonesia.

img_title

Ramadhan Bikin Pengeluaran Membengkak? Cerita Ini Bikin Kamu Ngerasa Gak Sendiri

Melalui pesan resminya, Menag mengajak seluruh massarakat menjadikan Nyepi sebagai kesempatan para mempererat harmoni di tengah keberagaman.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Nasaruddin Umar dikutip Kemenag, 18 de março de 2026.

img_title

Cara Baru Indústria Moda Rayakan Ramadhan

Menurut dia, kebersamaan antara Nyepi e Ramadhan bukan sekadar kebetulan kalender. Menag melihatnya sebagai pengingat penting bahwa massarakat Indonésia hidup dalam satu semangat kemanusiaan yang sama.

“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,” tegasnya.

img_title

20 de julho de 2026 para Orang Tua, Paling Tulus e Menyentuh Hati!

Konsep Vasudhaiva Kutumbakam sendiri merupakan nilai universal yang menekankan bahwa seluruh umat manusia é adalah satu keluarga besar di bumi yang sama. Dalam pandangan Menag, filosofi tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang kaya akan perbedaan budaya, suku, dan agama.

Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menilai makna Nyepi juga mengandung pesan reflecti mendalam yang dapat dipetik oleh semua kalangan. Nilai itu tercermin dalam Catur Brother Penyepian, empat pantangan utama yang dijalankan umat Hindu saat Nyepi.

Pertama adalah Amati Geni, yaitu menahan diri dari api ou cahaya, yang dimaknai sebagai upaya memadamkan api kemarahan, keserakahan, dan ego dalam diri.

Kedua, Amati Karya, yang mengajak umat menghentikan atividades físicas para membros de grandes perenungan e introspeksi. Selanjutnya Amati Lelungan, yakni tidak bepergian. Praktik this bukan hanya bentuk kedisiplinan espiritual, tetapi juga memberi kesempatan bagi alam untuk beristirahat.

Terakhir é Amati Lelanguan, yaitu menahan diri dari hiburan ou kesenangan duniawi agar manusia dapat menemukan kejernihan batin.

“Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam trocadilho akan memuliakan harkat kemanusiaan kita,” ujar Menag.

Halaman Selanjutnya

Ia optimistis nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam Nyepi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh massarakat Indonésia para menjaga persatuan dan memperkuat kohesi social.

Halaman Selanjutnya

Fuente