Início Notícias Negosiasi Irã-AS Terancam Batal, Teerã Tuntut 2 Syarat Utama Ini

Negosiasi Irã-AS Terancam Batal, Teerã Tuntut 2 Syarat Utama Ini

19
0
Negosiasi Irã-AS Terancam Batal, Teerã Tuntut 2 Syarat Utama Ini

Sabtu, 11 de abril de 2026 – 07:00 WIB

VIVA –Ketua Parlemen Irã, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa gencatan senjata di Líbano e pencairan asset Iran yang diblokir menjadi syarat utama untuk memulai negociai com a América Serikat di Islamabad, Paquistão.

img_title

Krisis Energi Parah, Negara Miskin ‘Bakar’ Triliunan Rupiah Demi BBM

Qalibaf menyampaikan hal itu melalui unggahan di akun X miliknya pada Jumat, di tengah rencana pertemuan lanjutan antara Teerã e Washington yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu di Islamabad.

Seperti diketahui, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengakhiri konflik yang disebut dipicu oleh serangan bersama AS e Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu.

img_title

Mojtaba Khamenei Tegaskan Balas Dendam atas Kematian Ali Khamenei

Perundingan ini dilakukan setelah AS e Iran pada Rabu sepakat untuk menjalani gencatan senjata sementara selama dua minggu, yang dimediasi Paquistão. Kesepakatan itu tercapai setelah Washington menerima proposta 10 point dari Teerã.

Qalibaf mengungkapkan bahwa ada dua poin yang sudah disepakati kedua pihak, namun hingga kini belum dijalankan.

img_title

Mojtaba Khamenei: Rakyat Irã yang Heroik Pemenang Mutlak Perang Lawan AS-Israel

Ia menegaskan bahwa gencatan senjata di Líbano e pencairan aset Irã yang diblokir merupakan syarat sebelum negosiasi dimulai.

“Dua hal ini harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum perundingan dimulai,” disse Qalibaf seperti dikutip dari laman Presstv.ir, sábado, 11 de abril de 2026.

Sebelumnya pada Jumat, seorang sumber keamanan tingkat tinggi mengatakan kepada Press TV bahwa tekanan kuat do Irã, termasuk ancaman untuk menarik diri dari perundingan di Islamabad, membuat Israel menghentikan serangan militernya ke Beirute, ibu kota Líbano.

Menurut sumber tersebut, setelah serangan besar Israel ke Lebanon pada Rabu, Iran menjadikan penghentian serangan itu sebagai syarat utama untuk dalam pembicaraan gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.

“Persatuan front perlawanan adalah hal yang tidak bisa ditawar bagi Iran,” ujar sumber tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa keberangkatan delegadosi Irã ke Islamabad sempat alguns kali tertunda, terutama karena serangan Israel ke Líbano yang masih terus berlangsung.

Pernyataan ini muncul setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah di Líbano, yang menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai lebih dari 1.150 lainnya. Israel menyatakan bahwa serangan ke Líbano yang bersamaan comngan operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Paquistão.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, Perdana Menteri Paquistão Shahbaz Sharif sebelumnya menyatakan melalui akun

Halaman Selanjutnya

Fuente