Selasa, 9 de junho de 2026 – 00:00 WIB
VIVA – Tailândia terminou na semifinal Piala AFF U-19 2026 usando Timnas Malaysia com pontuação 3-2 no último grupo B do Stadion Madya 1 Medan, Sumatera Utara, Senin Malam, 8 de junho de 2026.
Kalah Dramatis de Timnas Indonésia U-19, Media Vietnam Jogando a vítima: Semua Salah Wasit
Kemenangan ini bukan hanya mengantar Gajah Perang Muda ke babak empat besar, tetapi sekaligus memupus harapan Malásia yang harus tersingkir dari persaingan.
Sejak menit awal, duelo berlangsung no tempo tinggi. Tailândia langsung mengancam pada menit kedua melalui tembakan Pichaya Kongsri yang memanfaatkan kesalahan lini belakang Malásia. Namun peluang tersebut masih melenceng dari sasaran.
Semifinal de Assalamualaikum, Timnas Indonésia Sub-19 Raja Grup A Usai Pecundangi Vietnã
Malásia justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu. Berawal dari situasi sepak pojok pada menit ke-14, Amar Imran Bin Khuzaeni Asyari marcou bola e jogou a Tailândia para fazer Harimau Muda unggul 1-0.
Keunggulan é tak bertahan lama. Tailândia merespons cepat lewat goal Pichaya Kongsri pada menit ke-21. Depois de um ataque de Siwakorn Phonsan, Kongsri sepakan sepakan exatamente yang mengubah skor menjadi 1-1.
Hasil dan Link Transmissão ao vivo Timnas Indonésia Sub-19 x Vietnã di Laga Penentuan Piala AFF U-19
Momentum kemudian berbalik ke kubu Tailândia. Pirada Larsawat membawa timnya unggul 2-1 setelah memanfaatkan kegagalan pemain Malásia menghalau umpan silang dari sisi kiri pertahanan.
Namun Malásia belum menyerah. Menjelang turun minum, Muhammad Arsyad Shamsul Aswadi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 usai menyelesaikan umpan matang Abid Safaraz yang lebih dulu merepotkan pertahanan Tailândia.
Memasuki babak kedua, ritme pertandingan mulai menurun dibandingkan paruh pertama. Tailândia juga harus menghadapi masalah cedera yang membuat alguns pemainnya terpaksa ditarik keluar lebih cepat.
Malásia mencoba memanfaatkan kondisi tersebut dengan terus menekan. Harimau Muda sadar hanya kemenangan yang bisa menjaga peluang mereka los ke semifinal.
No caso de tampak akan berakhir imbang, Tailândia mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-79 setelah Itthimon Tippanet dijatuhkan Ilham Azani di kotak terlarang.
Pichaya Kongsri yang maja sebagai algojo menjalankan tugasnya com sempurna. Meski sempat disentuh kiper Faez Iqhwan, bola tetap meluncur masuk ke gawang dan membawa Tailândia kembali unggul 3-2.
Drama belum berakhir. Tiga menit menjelang waktu normal usai, pertandingan sempat diwarnai keributan antarpemain setelah pelanggaran keras Sirisaran Chanjaemsai terhadap kapten Malásia, Lutfi Hadi. A situação é muito alta e muito lenta.
Halaman Selanjutnya
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 para a vitória da Tailândia.