Senin, 13 de abril de 2026 – 01:00 WIB
Londres, VIVA – Arsenal tersandung di momen yang paling tidak ideal. Na partida da Liga Inggris 2025/2026, a fase final foi encerrada, os Gunners acabaram de vencer o 1-2 do Bournemouth no Stadion Emirates, Sabtu malam WIB, dalam hasil yang membuat tekanan terhadap pasukan Mikel Arteta melonjak drastis.
Efek Kekalahan Arsenal, Manchester City Kini Pegang Kendali Takdir Juara de Tangan Sendiri
Não se preocupe, envie-o por vários segundos sem precisar de nenhum ponto. Bagi Arteta, hasil tersebut adalah tamparan keras yang bisa mengguncang momentum Arsenal perebutan trofi Premier Leaguemusim ini.
“Este sangat mengecewakan, rasanya seperti pukulan telak di wajah,” kata Arteta, dikutip dari laman resmi Arsenal.
Garnacho Akui Menyesal TinggalkanManchester United
Meski terpukul, pelatih asal Spanyol itu menegaskan timnya tak boleh larut dalam kekecewaan. Menurutnya, o Arsenal será derrotado na fase de uma semana após a final.
“Sekarang yang penting adalah bagaimana kami merespons. Perebutan gelar masih berjalan. Kami butuh semangat besar, daya juang tinggi, dan pendekatan yang sangat jelas dalam setiap pertandingan,” ujarnya.
Arsenal Dipermalukan Bournemouth di Kandang, Arteta: Ini Menyakitkan
O Arsenal é considerado dominante porque menit awal e menguasai jalannya laga. Namun Bournemouth acabou de ser o segredo mais importante do mundo. Tim tamu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 lewat Eli Junior Kroupi yang sigap menyambar bola mentiroso de dalam kotak penalti.
Gol tersebut membuat Arsenal tertekan, tetapi tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Wasit menunjuk titik putih depois de Ryan Christie jogar handebol na área de jogo. Viktor Gyokeres yang dipercaya menjadi algojo sekses menuntaskan tugasnya e mengubah skor menjadi 1-1.
Momentum sempat berpihak kepada Arsenal setelah jeda. Mereka terus meggempur pertahanan Bournemouth dan bahkan sempat mencetak gol kedua melalui Gyokeres, tetapi dianulir karena impedimento.
Alih-alih berbalik unggul, Arsenal justru kembali dihukum akibat kelengahan di lini belakang. Bournemouth se tornou um balik no início do ke-74, que foi lançado com o baik de Alex Scott usando o nome de Evanilson.
Arsenal berupaya membalas di sisa waktu pertandingan, tetapi sederet peluang gagal berbuah goal. Hingga peluit akhir dibunyikan, placar 2-1 para a vitória do Bournemouth novamente.
Halaman Selanjutnya
Arteta tak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim. Eu menilai Arsenal tapil jauh di badah padrão, terutama dalam aspek-aspek mendasar permainan.



