Início Notícias Merinding! Cerita Chiki Fawzi Soal Kondisi Aktivis Indonésia Saat Ditahan Israel

Merinding! Cerita Chiki Fawzi Soal Kondisi Aktivis Indonésia Saat Ditahan Israel

55
0
Merinding! Cerita Chiki Fawzi Soal Kondisi Aktivis Indonésia Saat Ditahan Israel

Rabu, 27 de maio de 2026 – 13h45 WIB

Jacarta, VIVA – Kepulangan artis sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi ke Indonesia disambut haru oleh keluarga setelah berbulan-bulan menjalani misi kemanusiaan terkait krisis di Gaza. Momen pertemuan dengan cantou ayah,musisi sênior Ikang Fawzi, menjadi sorotan karena penuh emosi setelah perjalanan panjang yang sarat risiko dan tekanan mental.

img_title

Gak Kapok Lawan Tentara Israel, Ini yang Bikin Chiki Fawzi Takut Selama Perjalanan ke Gaza

Chiki Fawzi diketahui terlibat dalam gerakan solidaritas internacional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menyuarakan kondisi lip sipil di Palestina. Dalam misi tersebut, ia ikut mendampingi delegados relawan Indonésia yang bergerak dari sejumlah negara sebelum akhirnya berada di Turki untuk memantau pelayaran menuju Gaza.

Saat tiba kembali di Tanah Air, Chiki Fawzi mengaku langsung mendapatkan sambutan hangat dari keluarganya. Ia mengatakan moment tersebut terasa sangat emosional setelah melewati masa-masa menegangkan selama berada di luar negeri.

img_title

Sudah Rasakan Mencekamnya Berlayar ke Gaza, Chiki Fawzi Malah Tak Kapok Ikut Misi Kemanusiaan Lagi

“Ayah menjemput langsung. Beliau langsung peluk aku erat banget dan cuma bilang, ‘Bem-vindo ao lar, Ade’. Rasanya campur aduk banget saat itu,” kata Chiki Fawzi saat ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jacarta Selatan, Selasa 26 de maio de 2026.

Selama menjalankan misi kemanusiaan itu, Chiki Fawzi não foi muito longe de atas kapal bantuan yang menuju Gaza. Eu fui escolhido para o cargo de comandante de Istambul, coordenador de treinamento, para ajudar a realizar o trabalho de relacionamento para relawan.

img_title

Berbulan-bulan Berlayar ke Gaza, Chiki Fawzi Bongkar Dugaan Pelanggaran Hukum Internacional de Israel

Menurut Chiki Fawzi, terdapat sembilan warga negara Indonésia yang ikut berlayar dalam rombongan tersebut. Namun situasi berubah mencekam ketika kapal yang mereka tumpangi dihadang camera militer Israel di perairan internacional.

“Yang berlayar itu ada sembilan orang. Ditambah aku dan coordenador kami, Uni Maimun, jadi totalnya ada 11 orang. Sembilan orang yang ada di atas kapal itulah yang kemudian dihadang dan ditahan oleh militer Israel,” jelasnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi perempuan berusia 37 tahun itu. Dari pusat pemantauan, Chiki Fawzi mengikuti perkembangan situasi secara langsung e menyaksikan bagaimana reklamasi dengan kapal perlahan berubah menjadi kepanikan saat intersep terjadi.

Setelah para relawan dibebaskan, Chiki Fawzi mendengar langsung cerita mengenai perlakuan yang mereka alami selama ditahan. Ia mengungkapkan kondisi para atividades e jurnalis yang disebut mengalami kekerasan fisik hingga intimidasi berat.

Halaman Selanjutnya

“Sangat parah. Mereka dipukuli, disetrum, dan diborgol menggunakan kabel ties yang sangat kencang sampai melukai tangan. Ada satu jurnalis yang setelah bebas aku temani di rumah sakit, dia sampai kencing darah karena bagian ginjalnya dipukuli terus-menerus,” terangnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente