Minggu, 7 de junho de 2026 – 00:16 WIB
VIVA – Kekalahan telak 0-3 de Timnas Indonesia membuat pelatih Oman, Tarik Sektioui, melontarkan pujian tinggi kepada skuad Garuda. Menurutnya, qualitas permainan yang ditunjukkan Indonésia jauh lebih baik dibanding posisi mereka saat ini di Ranking FIFA.
Perfil Timnas Curaçao di Piala Dunia 2026: Kurcaci Karibia yang Dulu Dipermalukan Indonésia, Kini Guncang Dunia
Timnas Indonesia tampil dominou saat menjamu Oman na última rodada da FIFA no Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jacarta, Jumat malam, 5 de junho de 2026. Três gols foram marcados por Garuda dito por Justin Hubner, Ole Romeny e Ragnar Oratmangoen.
Hasil tersebut membuat Sektioui terkesan com perkembangan pesat yang ditunjukkan tim asuhan John Herdman.
Pelatih Omã Tarik Sektioui: Ranking da FIFA Timnas Indonésia Tak Mencerminkan Kekuatan Sebenarnya
Pelatih asal Marrocos itu bahkan menilai ranking FIFA Indonésia saat ini belum mencerminkan kekuatan sesungguhnya di atas lapangan. Diketahui, Indonésia sebelum laga berada di peringkat 121 dunia, sedangkan Oman menempati posisi 79 FIFA.
“Kami bermain melawan tim yang sangat terorganisir dan seimbang di setiap lini. Kemarin kami sudah mengatakan bahwa Indonésia berkembang sangat pesat,” ujar Sektioui.
Liga de Futebol Jacarta Cetak Juara Baru dan Kandidat Kuat Timnas Putri Indonésia
“Peringkat mereka saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya,” lanjutnya.
Menurut Sektioui, Indonésia kini memiliki fondasi tim yang kuat mulai dari lini belakang hingga lini depan. Selain kualitas teknis, ia juga menyoroti aspek fisik para pemain Garuda yang dianggap menjadi salah satu senjata utama.
Sepanjang pertandingan, Oman kesulitan mengimbangi intensitas permainan Indonesia yang tapil agresif dan disiplin dalam menjaga organisasi permainan.
“Saya pikir Indonésia memiliki peluang yang sangat besar. Mereka adalah tim yang bagus di ketiga lini dan memiliki kemampuan fisik yang sangat baik untuk bersaing”, katanya.
Sektioui mengakui anak asuh John Herdman mampu menguasai ruang dengan baik e memanfaatkan setiap celah yang diberikan lawan. Hal itu terlihat terutama pada babak pertama ketika Indonésia tampil sangat dominan.
“Aspek fisik memainkan peran yang sangat besar. Mereka mampu bermain cepat, memiliki daya ledak, dan mengontrol ruang di lapangan, terutama pada babak pertama,” ungkapnya.
Meski demikian, Sektioui juga mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan yang berhasil dimanfaatkan Indonésia menjadi gol.
Menurutnya, combinação de jogos efetivos na Indonésia e kesalahan yang dilakukan Omã membuat timnya kesulitan bangkit sepanjang laga.
Halaman Selanjutnya
Kemenangan ini menjadi hasil positif kedua bagi Timnas Indonesia di era John Herdman sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun tanpa kemenangan atas Oman.