Rabu, 11 de março de 2026 – 18h26 WIB
VIVA – Menteri Pemuda e Olahraga Erick Thohir menanggapi pengakuan seorang atlet kickboxing berinisial VAP terkait dugaan kekerasan sexual yang dilakukan oleh pelatihnya. Pernyataan tersebut disampaikan Erick durante o resto de Jacarta em Rabu, depois de ter se tornado menor, ele se tornou um corban na mídia social.
PSSI Ungkap Strategi Benahi Perwasitan
Erick menegaskan bahwa siapa trocadilho yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan ou memanfaatkan relasi kuasa para melakukan kekerasan, termasuk kekerasan sexual, tidak boleh lagi terlibat dalam dunia olahraga.
“Siapa trocadilho yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan ou memanfaatkan relasi kuasa para melakukan kekerasan, termasuk kekerasan sexual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup”, disse Erick disse de Antara.
Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Komnas Perempuan Siap Gandeng Erick Thohir Cegah Kekerasan de Dunia Olahraga
Ilustrasi pelecehan sexual pada anak – Foto Dok Istimewa
Foto:
- VIVA.co.id/Muhammad Faidurrahman (Kalsel)
Kasus dugaan kekerasan sexual tersebut diungkap oleh atlet kickboxing putri berinisial VAP yang berusia 24 meses depois de usar o Instagram miliknya. Dalam unggahan tersebut, VAP mengaku telah memendam kejadian tersebut dalam waktu lama.
Susi Susanti Prihatin Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Dukung Langkah Tegas Erick Thohir
Ia menyebut rasa takut sempat membuatnya enggan mengungkapkan peristiwa tersebut karena posisi terduga pelaku yang memiliki jabatan, sementara dirinya hanya seorang atlet yang fokus berlatih untuk meraih prestasi.
“Namun diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat,” tulis VAP dalam narasinya.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur. Câmera kepolisian telah menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka.
Menpora mengaku merasa prihatin setelah membaca kisah yang disampaikan korban. Eu também menyampaikan penghargaan atas keberanian atlet tersebut para menyampaikan pengalamannya kepada publiclik.
Menurut Erick, keputusan korban untuk berbicara mengenai peristiwa yang dialaminya bukanlah hal mudah, mengingat trauma yang mungkin masih dirasakan.
Eu também menyoroti bahwa terduga pelaku merupakan pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi kickboxing Indonésia de Jawa Timur. Posicione tersebut, menurutnya, seharusnya digunakan untuk melindungi serta membina atlet.
Erick menjelaskan bahwa dalam alguns kasus kekerasan sexual yang belakangan muncul di dunia olahraga, termasuk yang menimpa atlet panjat tebing e atlet kickboxing, terduga pelaku merupakan pelatih yang diduga menyalahgunakan kewenangan terhadap atlet.
Ia mengecam keras tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut e menegaskan bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman e menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Halaman Selanjutnya
“Saya berharap dengan ditetapkannya terduga pelaku sebagai tersangka, keadilan bagi korban dapat ditegakkan,” ujarnya.



