Jumat, 5 de junho de 2026 – 08:41 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan proyek Trans Railway Sumatra (jalur kereta Trans Sumatra) rute Banda Aceh hingga Bandar Lampung tidak akan mengandalkan Anggaran Pendapatan e Belanja Negara (APBN).
Purbaya Yakinkan S&P Global Ratings como Ketahanan Fiskal e Fundamental Ekonomi RI
Hal itu disampaikan Dudy usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Komplik Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 4 de junho de 2026.
Dudy menjelaskan, pemerintah akan mencari berbagai skema pembiayaan alternatif guna mendukung percepatan pembangunan jaringan perkeretaapian tersebut.
Rupiah Tembus Rp18.000, Banggar DPR: Sudah subvalorizado, Psikologis de nível Lewati!
“Kita tentu harus berinovasi ya, kita tidak tidak hanya menggantungkan dari anggaran pemerintah saja. Tapi kita harus berinovasi supaya kita bisa mendapatkan pendanaan di luar APBN,” kata Dudy kepada wartawan.
Pemerintah akan megedepankan berbagai inovasi pembiayaan sehingga pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat berjalan tanpa bergantung pada dukungan APBN,
19 Kasus Pelemparan ke Kereta Api Sepanjang 2026, Pelaku Kebanyakan di Bawah 17 Tahun hingga Lukai Masinis-Penumpang
Dudy mengatakan pemerintah membuka peluang keterlibatan berbagai sumber pendanaan di luar APBN para realizar a estratégia de projeto de transporte de sementes tersebut.
Ia menambahkan keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) maupun setor swasta menjadi salah satu harapan pemerintah dalam mendukung pembiayaan pembangunan jalur kereta Trans Sumatra.
“Iya, tentunya harapan kita (bakal melibatkan Danantara ou setor privado)”, ujarnya.
Proyek jalur kereta Trans Sumatra merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presidente Prabowo Subianto para memperkuat jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa, terutama to mendukung angkutan logistik yang lebih efisien sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi seedal.
“Ini kita akan matangkan. Kemudian kita akan segera tindak lanjuti sebagai bagian dari harapan maupun keinginan Presidente (Prabowo Subianto) para mengembangkan transporte kereta api yang lebih efisien khususnya di luar Jawa,” katanya.
Pemerintah foi membentuk tim khusus para mengkaji pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra com uma distância de 1.700 quilômetros (km) que percorreu Banda Aceh hingga Bandar Lampung.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan tindak arahan Presidente Prabowo Subianto para mengembangkan jaringan rel perkeretaapian di luar Jawa.
Bobby mengaku pihaknya segera melakukan pengkajian terkait proyek pengembangan jalur kereta api tersebut bersama jajaran Coordenador Kementerian Bidang Infraestrutura e Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Danantara, termasuk Kementerian Perhubungan.
Halaman Selanjutnya
“Itu kan penugasan dari Presiden ke kita. Kita sekarang sedang membuat tim khusus untuk pengkajian ini dengan Kemenko Infrawil, Danantara, Kementerian Perhubungan,” disse Bobby disse usando Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI em Jacarta, Rabu, 3 de junho de 2026.