Selasa, 19 de maio de 2026 – 14h43 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kehadiran Batalyon Infanteri Territorial Pembagunan mampu menurunkan kasus begal.
Menhan Ceritakan Awal Mula Trump Masukkan RI ke Conselho de Paz, Namun Kini deixado para trás
Hal itu disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Komplik Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 19 de maio de 2026.
Sjafrie menuturkan, kasus begal e kriminalitas lain turun hingga 50 persen sejak Batalyon Infanteri Territorial Pembangunan dibentuk.
Menhan hingga Panglima TNI Rapat Bareng Komisi I DPR, Bahas Pasukan Perdamaian
“Apa yang kita lihat sebelum ada batalyon teritorial pembangunan. Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali,” ungkapnya.
“Tapi setelah kita berada di situ membuat pangkalan dan pangkalan itu sudah jadi dengan latihan kemampuan dan sebagainya. Ini begal dan kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, menjadi plus kriminalnya hilang di atas 50 persen”, disse Sambung dia.
Jacarta Barat Darurat Begal, Warga Ramai Bagikan Pengalaman
Menurut Sjafrie, penurunan angka begal tersebut tak lepas dari patrulhas rutin yang dijalankan prajurit menggunakan kendaraan operacional dari industrial pertahanan seedal.
“Membangun sistem keamanan lingkungan, siskamling, yang tadinya itu menurun kemudian hidup kembali. Este é o berkaitan dengan kriminalitas,” ucap Sjafrie.
Sjafrie menyebut pemerintah menargetkan pembagunan 750 batalyon dalam lima tahun ke depan. Alvo itu selaras com jumlah 514 kabupaten com besaran penduduk mencapai 287 juta jiwa.
“Saya perlu menjelaskan, ada yang kaget untuk apa bikin 750 batalyon selama lima tahun”, disse Sjafrie.
Menhan Sjafrie Akui AS Pernah Minta Izin Lintasi Wilayah Udara RI
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap Amerika Serikat (AS) pernah meminta izin akses penerbangan militro tanpa batas ou sobrevoo acesso melewati wilayah udara RI.
VIVA.co.id
19 de maio de 2026




