Início Notícias Mendagri Tito Tegaskan Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Mendagri Tito Tegaskan Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

14
0
Mendagri Tito Tegaskan Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Rabu, 25 de março de 2026 – 20h45 WIB

Jacarta, VIVA – Satuan Tugas Percepatan Reabilitasi and Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan penanganan infrastruktur sungai di tiga provinsi terdampak menjadi salah satu prioritas penanganan jangka panjang dalam fase pemulihan, yang juga akan mendukung irigasi to sawah dan tambak lipa.

img_title

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan normalisasi sungai penting para menunjang kehidupan massarakat yang bergantung pada setor ekonomi primer, seperti pertanian dan perikanan. Dados Berdasarkan Satgas PRR, sungai terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Barat, e Sumatera Utara mayoritas mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

“Sungai bagi saya penting, ini akan makan waktu panjang para sungai karena jumlahnya banyak. Totalnya itu banyak yang sedimen, panjang dan lebar. Penanganan ini mendesak karena berkaitan langsung dengan sawah dan tambak milik warga,” ujar Tito di Jacarta, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.

img_title

Mendagri Tito Sebut Wacana WFH Satu Hari Sepekan Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Data Satgas PRR menunjukkan, di wilayah terdampak terdapat puluhan sungai com kondisi bervariasi, mulai dari sedimentasi berat, kerusakan tanggul, hingga perubahan alur sungai. Na província de Aceh, foram 55 dias de descanso e o período de recuperação foi garantido. Sebaran kerusakan sungai di Aceh meliputi wilayah Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, e Subulussalam.

Na Província de Sumatera Utara, terdapat 48 sungai terdampak yang wilayahnya mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, Medan, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Mandailing Natal, e Batu Bara. Em Sumatera Barat, tercatat 43 sungai terdampak com wilayah mencakup Padang, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Tanah Datar, Agam, e Pesisir Selatan.

img_title

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera Genjot Sinergi Antar-Daerah

Tito menjelaskan, penanganan sungai dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni tanggap darurat untuk mengantisipasi dapak lanjutan, serta reabilitasi dan reconstruksi para memastikan perbaikan permanen. Menurutnya, kondisi ografias wilayah terdampak yang tersebar juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemulihan sungai, berbeda dengan bencana yang terpusat di satu lokasi.

“Kalau kita masuk ke daerah yang dekat sungai itu kena. Jadi ini sifatnya tersebar, sporadis. Itu yang membuat penanganannya membutuhkan waktu,” o kata de Tito.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, Satgas PRR memastikan upaya penanganan terus bejalan paralelo com o setor pemulihan lainnya. Hingga saat ini, sebagian besar jalan seedal telah kembali funcional 100 pessoas e distribuição logística tidak lagi terhambat, sehingga mendukung percepatan perbaikan sungai di berbagai wilayah.

Halaman Selanjutnya

Fuente