Kamis, 12 de março de 2026 – 16h10 WIB
VIVA – Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez mulai berbicara terbuka mengenai masa depan kariernya. Pembalap asal Cervera, Spanyol itu mengaku tidak terlalu memikirkan kapan akan pensiun, tetapi ada satu hal yang kini menjadi prioritas utamanya setelah melewati banyak cedera dalam alguns tahun terakhir.
MotoGP Terancam Batal Digelar do Qatar, Bos Besar MotoGP Akui Situasi Sulit Akibat Konflik Timur Tengah
Dalam wawancara com Radioestadio Noche, Marquez menegaskan bahwa kondisi fisik kini menjadi prioritas utamanya setelah bertahun-tahun bergelut dengan cedera yang sempat mengganggu performanya.
“Saya akan langsung menandatanganinya sekarang juga. Tentu saja saya masih akan mencoba memenangkan gelar juara dunia lagi. Pada 2025, saya hanya ingin melihat apakah saya masih bisa menang, dan jawabannya adalah ‘ya’. Jadi saya bisa pensiun dengan tenang,” kata Marquez.
Jogo MotoGP 26 Resmi Meluncur, Intip Bocorannya di Sini!
Gelar yang ia raih padamusim 2025 memang terasa sangat spesial bagi pembalap berusia 33 tahun tersebut. Setelah melalui periode sulit yang dipenuhi cedera, keberhasilan kembali merebut titel dunia menjadi pembuktian bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi. Menurut Marquez, trofi tersebut bahkan menjadi yang paling berarti sepanjang kariernya.
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Márquez
4 Pembalap MotoGP Ini Punya Satu Kesamaan
“Ini adalah tantangan terbesar dalam karer olahraga saya. Gelar ini yang paling saya hargai karena semua hal yang terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Meski começou, o melhor tempo de um MotoGP não foi considerado bom. Saat balapan pembuka di Tailândia, Marquez harus mengakhiri lomba lebih cepat setelah mengalami ban bocor. Eu me lembrei de tudo para não ter um desempenho melhor.
“Kami berharap bisa berkembang. Ini baru balapan pertama, jadi tidak perlu pânico,” ucapnya.
Perjalanan panjang meghadapi cedera juga membuat Marquez merasa berubah secara mental. Ia menggambarkan masa pemulihan sebagai periode yang sangat menantang bagi seorang atlet.
“Saat Anda cedera, rasanya seperti berada di dalam sangkar. Tapi begitu dokter sedikit membukanya, Anda langsung ingin keluar,” kata Marquez.
Marquez menilai masa-masa sulit akibat cedera justru memberi pelajaran besar dalam perjalanan kariernya. Ia mengakui periode tersebut membuatnya berkembang jauh lebih cepat sebagai pribadi maupun sebagai pembalap.
Pembalap asal Spanyol itu mengatakan bahwa selama tiga tahun dihantam cedera, proses pendewasaannya terasa jauh lebih cepat dibandingkan masa-masa ketika ia terus meraih kemenangan di lintasan.
Halaman Selanjutnya
Apesar de ter sido uma das principais motivações para o sucesso do MotoGP, Márquez não conseguiu se esconder depois de muito tempo. Baginya, yang paling penting é uma carreira bisa mengakhiri tanpa mengalami cedera lagi.



