Início Notícias Lebaran Muhammadiyah Jatuh pada Jumat 20 Maret, Apakah Masih Wajib Salat Jumat?...

Lebaran Muhammadiyah Jatuh pada Jumat 20 Maret, Apakah Masih Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasan Lengkapnya

23
0
Lebaran Muhammadiyah Jatuh pada Jumat 20 Maret, Apakah Masih Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Rabu, 18 de março de 2026 – 18:00 WIB

Jacarta, VIVA – Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah tahun ini memunculkan pertanyaan yang cukup sering muncul di tengah massarakat. Pasalnya, 1 Syawal 1447 H menurut Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 20 de março de 2026.

img_title

Muhammadiyah Bali Rilis Maklumat Takbiran de Rumah saat Nyepi

Situasi ini menimbulkan satu pertanyaan yang sering dipertanyakan massarakat, jika pada pagi hari sudah melaksanakan salat Id, apakah umat Islam masih harus menunaikan salat Jumat pada siang harinya?

Pertanyaan tersebut bukan hal baru. No Islã, a honra é feita por hari raya bertepatan com hari Jumat memang pernah terjadi e memunculkan perbedaan pemahaman di kalangan ulama.

img_title

Penipuan Ramadan Terdeteksi! Begini Caranya Melindungi Diri

Penetapan Lebaran Muhammadiyah 2026

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Penentuan ini merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah mengenai penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

img_title

Nyepi Bertepatan Ramadhan, Menag Nasaruddin Umar: Ini Pengingat Kita Satu Bumi, Satu Keluarga

KHGT criou um sistema de calendário islâmico que foi planejado para significar a penentuan awal bulan hijriah secara global. Neste caso, seluruh dunia dipandang sebagai satu kesatuan matlak sehingga awal bulan berlaku serentak bagi seluruh wilayah bumi.

Com o pendekatan tersebut, awal bulan tidak lagi ditentukan berdasarkan batas wilayah tertentu, melainkan pada terpenuhinya parâmetro astronomis di salah satu tempat di dunia.

Existem alguns critérios que podem ser usados ​​no sistema KHGT:

  • Pertama, seluruh dunia dipandang sebagai satu kesatuan matlak sehingga bulan baru dimulai secara bersamaan.
  • Kedua, awal bulan dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC di seutu tempat di dunia telah terpenuhi parâmetro elongasi mínimo 8 derajat e tinggi hilal mínimo 5 derajat saat matahari terbenam.
  • Ketiga, apabila kriteria tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka awal bulan tetap dimulai com syarat parâmetro itu terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.

Astronomia de dados Berdasarkan, parâmetro tersebut telah terpenuhi untuk bulan Syawal 1447 H.

A última partida foi em Kamis, 19 de março de 2026, às 01:23:28 UTC. Setelah ijtimak berlangsung, posisi bulan terus menjauhi matahari hingga memenuhi syarat visibilitas hilal.

O parâmetro local foi memenuhi tersebut berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU e 42° 3′ 3.47″ BT. No início, o matahari terminou em primeiro lugar às 18:12:15 do dia seguinte ou às 15:24:03 UTC com um intervalo de 6,49 minutos e um alongamento de 8 minutos.

Halaman Selanjutnya

Parâmetro yang sama juga tercatat terpenuhi di Makkah, Arábia Saudita. Chovendo em 19 de março de 2026, matahari terbenam em Makkah pukul 18:34:04 de setembro a 15:34:04 UTC. Saat itu tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ com alongamento 08° 05′ 24″.

Halaman Selanjutnya

Fuente