Kamis, 16 de abril de 2026 – 19h42 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presidente RI Prabowo Subianto bahwa Indonésia mendapatkan pasokan minyak dari Rusia.
Pertamina Pastikan Alternatif Import Sumber Minyak Mentah RI dari Afrika
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam rapat terbatas bersama Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 16 de abril de 2026.
Diketahui, Bahlil sebelumnya bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev em Selasa, 14 de abril de 2026 sebagai tindak lanjut dari pertemuan Prabowo dengan Presidente Rusia Vladimir Putin satu hari sebelumnya.
Pramono: Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tidak Gampang, Berat Sekali
“Alhamdulilah kemarin atas arahan Bapak Presidente, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM e dan utusan khusus daripada Presidente Putin, dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia,” kata Bahlil kepada wartawan di Komplik Istana Kepresidenan, Jacarta Pusat.
Tak hanya itu, Bahlil também mengungkap bahwa pihak Rusia siap membangun infrastruktur di Indonesia to meningkatkan ketahanan energi.
Sukses Tahan Harga BBM de Tengah Gejolak Global, Sinergi Prabowo-Bahlil Tuai Pujian
“Dari pihak Rusia akan siap membangun algumas infraestruturas que penting dalam rangka meningkatkan cadangan e ketahanan energi seed kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bahlil mengungkap pihaknya turut melakukan reklamasi terkait dengan pasokan GLP Indonésia da Rússia. Kata Bahlil, Indonésia importa GLP sebanyak 7 juta ton setiap tahunnya.
“Dan sekarang kita lakukan diversifikasi, dan insyaallah kita juga akan mendapat support, tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh reklamasi dua atau tiga tahap, tapi kalau crude-nya saya pikir udah, udah hampir final”, pungkas Bahlil.
Bahlil: Harga BBM Tidak Naik Sampai Akhir 2026, Insyaallah Selamanya
Menteri Energi e Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga akhir tahun 2026.
VIVA.co.id
16 de abril de 2026




