Início Notícias Krisis Energi Mengintai, Negara-negara Tetangga RI Berlakukan Kebijakan Hemat Energi

Krisis Energi Mengintai, Negara-negara Tetangga RI Berlakukan Kebijakan Hemat Energi

18
0
Krisis Energi Mengintai, Negara-negara Tetangga RI Berlakukan Kebijakan Hemat Energi

Jumat, 13 de março de 2026 – 19h05 WIB

Jacarta, VIVA – Krisis energi global mulai menimbulkan dapak nyata di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara mengambil langkah darurat untuk mengantisipasi potens kekurangan bahan bakar setelah jalur pengiriman minyak dunia terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

img_title

IHSG Anjlok 224 Poin pada Penutupan Hari Ini, Semua Setor Merah saat Perang Irã-AS Masih Berlanjut

Penutupan jalur pelayaran utama di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute paling penting bagi lossgangan minyak global, membuat pemerintah dan pelaku bisnis di kawasan Asia Tenggara bersiap menghadapi kemungkinan krisis energi yang lebih dalam.

Langkah antisipasi mulai terlihat di berbagai nigera. Na Filipinas, o sistema de gerenciamento de recursos pode ser usado para empat hari dalam seminggu para sebagian kantor pemerintah guna menghemat penggunaan energi.

img_title

Donald Trump: Timnas Irã Tidak Layak Ada di Piala Dunia 2026

Sementara itu, pemerintah di Tailândia e Vietnã, massarakat para limpar a casa e membatasi perjalanan. Em Mianmar, muitas pessoas podem precisar de ajuda para obter contatos importantes no setor de transporte.

Langkah-langkah tersebut diambil di tengah kekhawatiran gangguan pasokan minyak global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ekonom da Ásia Decoded yang baseado em Singapura, Priyanka Kishore, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya awal para reduzir a energia da crise.

img_title

Netanyahu Cibir Mojtaba Khamenei Tak Berani Muncuk ke Publik, Sebut “Boneka IRGC”

“Mereka berusaha mengelola situasi pasokan bahkan sebelum dampaknya benar-benar terasa,” Kata Kishore, publicada pela Al Jazeera, Jumat, 13 de março de 2026.

Meskipun alguns países da Ásia Tenggara memiliki sumber energi fosil, Kawasan ini tetap sangat bergantung pada importa minyak dan gas. Sebagian besar pasokan tersebut melewati Selat Hormuz.

Dados da Administração de Informações de Energia dos EUA indicam 84 pessoas por ano e 83 pessoas por gás no outono durante o ano de Hormuz em 2024 na Ásia. Negara-negara seperti China, Índia, Japão, e Coreia Selatan menyerap hampir 70 persen pengiriman minyak tersebut.

Gangguan rantai pasokan energi juga menyoroti keterbatasan cadangan energi di kawasan Asia Tenggara. Vietnã misalnya berencana membeli sekitar 4 juta barel minyak mentah dari negara di luar Timur Tengah. Namun jumlah tersebut hanya cukup untuk sekitar enam hari consumidores energi seedal.

Peneliti do Instituto de Economia Energética e Análise Financeira, Sam Reynolds, mencionou esta situação no Vietnã, mas não conseguiu fazer nada se não houvesse muitos dados.

Halaman Selanjutnya

Cadangan energias de alguns países também são relativamente terbatas. Indonésia diperkirakan hanya memiliki cadangan bahan bakar sekitar 21 hingga 23 hari.

Halaman Selanjutnya

Fuente