Início Notícias Krisantus Kurniawan Tantang Dedi Mulyadi Bangun Kalbar Pakai APBD Rp6T: Kalau Bisa,...

Krisantus Kurniawan Tantang Dedi Mulyadi Bangun Kalbar Pakai APBD Rp6T: Kalau Bisa, Saya Cium Lututnya

18
0
Krisantus Kurniawan Tantang Dedi Mulyadi Bangun Kalbar Pakai APBD Rp6T: Kalau Bisa, Saya Cium Lututnya

Sabtu, 11 de abril de 2026 – 06:20 WIB

VIVA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar) Krisantus Kurniawan melontarkan pernyataan menantang Dedi Mulyadi no fórum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) em Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 9 de abril de 2026.

img_title

Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta ke Ibu Korban Bayi Nyaris Tertukar em RSHS Bandung

No fórum tersebut, Krisantus menyatakan siap “mencium lutut” Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi jika mampu membangun Kalbar hanya com Anggaran Pendapatan e Belanja Daerah (APBD) Rp6 triliun.

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” ujar Krisantus dilihat dari tayangan vídeo Twitter/X @tijabar.

img_title

Sudah Kerja 20 Tahun, ASN RSHS Bandung Terancam Dicopot usai Kasus Bayi Nyaris Tertukar

Pernyataan itu dipicu oleh video viral di TikTok, yang menampilkan keluhan massarakat terkait jalan rusak di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

img_title

Pengakuan Mengejutkan RSHS ke Dedi Mulyadi soal Bayi Nyaris Tertukar

“Kami dari Bedayan, ingin menyampaikan jalan kami yang rusak, karena gubernur kami itu kerjanya molor, tidur, cuma mikirin kaya sendiri, gak mikirin massarakat yang banyak. Percuma jadi gubernur, mendingan Kang Dedi yang jadi gubernur dua bulan,” ucap bocah dalam vídeo TikTok @elisabetmurniw.

Menanggapi hal itu, Krisantus menegaskan bahwa perbandingan tersebut tidak mempertimbangkan perbedaan mendasar antara kedua provinsi. Ia menjelaskan, Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 43 ribu quilômetro persegi dengan APBD sekitar Rp31 triliun, sementara Kalimantan Barat memiliki luas sekitar 171 ribu quilômetro persegi dengan anggaran hanya Rp6 triliun.

Menurutnya, luas wilayah sangat berpengaruh terhadap biaya pembangunan, mulai dari pembagunan jalan hingga jaringan listrik.

“Semakin luas wilayah, semakin besar biaya pembangunan. Jalan yang harus dibangun lebih panjang, jaringan listrik juga lebih panjang. Jadi jangan sampai massarakat gagal paham,” tegasnya.

Krisantus também menyoroti keterbatasan anggaran daerah yang semakin terasa akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Meski demikian, e uma grande província da província de Kabupaten Sintang.

Salah satu ruas jalan yang sempat viral di kawasan Bedayan, kata dia, saat ini tengah dalam proses penanganan. Pemerintah daerah foi menurunkan alat berat dari Unit Pelaksana Jalan e Jembatan (UPJJ) para mempercepat perbaikan.

Halaman Selanjutnya

Ia menambahkan, pembagunan daerah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Infraestrutura de infraestrutura, menu, mencerminkan kinerja pemerintah secara keseluruhan.

Halaman Selanjutnya

Fuente