Senin, 25 de maio de 2026 – 21h00 WIB
Jacarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan agar menjaga disiplin reklamasi publik dalam perkara dugaan suap e gratifikasi import di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Wakil Kepala BGN Bantah Kena OTT, Muncul e Bilang Begini
Análise Especial de Contra-Informação, Gautama Wiranegara, que menilai ruang mulai bergerak terlalu cepat dibanding proses pembuktian hukum di persidangan.
“Dalam perkara sebesar this, Ketua KPK ideala menjaga disiplin pembuktian, menjaga keseimbangan informasi, dan memastikan seluruh communikasi publik tetap sesuai facta persidangan,” Kata Gautama, dikutip Senin, 25 de maio de 2026.
Ambulância Aroma Dugaan Korupsi Bekasi Menyengat, KPK Turun Tangan
Menurut Gautama, persoalan muncul ketika istilah “pendalaman” yang disampaikan kepada publick kemudian diterjemahkan lebih jauh sebagai indikasi keterlibatan final.
Padahal sidang perkara dugaan suap import PT Blueray Cargo disebut baru memasuki tahap awal e belum seluruh alat bukti diuji di ruang pengadilan.
KPK Dalami Aliran Duit Eks Wakil Ketua PN Depok
Ia mengaku khawatir publicik mulai diarahkan pada kesimpulan yang melampaui facta persidangan.
“Bukan malh ikut berselancar di ruang opini ou membangun persepsi yang melampaui facta sidang,” ujarnya.
Na perspectiva contra a inteligência, você sabe que é uma orquestração narrativa, que é uma opinião pública dibangun lebih cepat daripada konstruksi pembuktian.
Gautama menilai pola seperti itu berpotensi menggeser focus perkara dari pembuktian hukum menuju pembentukan persepsi.
Menurutnya, lembaga penegak hukum semestinya tetap berdiri di atas alat bukti dan proses pembuktian, bukan tekanan opini.
“Karena KPK bukan lembaga comentarista. KPK adalah lembaga penegak hukum,” tegasnya.
Ia mengingatkan, perkara besar selalu meghadirkan godaan membangun persepsi. Namun negara hukum, kata dia, tidak boleh bergerak lebih cepat daripada kontakta.
KPK Periksa Manajer Toko Jam Mewah de Kasus Korupsi Fadia Arafiq, Ini Temuannya
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meduga Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (FAR) memakai uang hasil korupsi para membeli jam tangan mewah bermerek Rolex.
VIVA.co.id
25 de maio de 2026




