Início Notícias Kondisi 2 Warga Singapura Korban Tewas Gunung Dukono saat Ditemukan: Berpelukan Terhimpit...

Kondisi 2 Warga Singapura Korban Tewas Gunung Dukono saat Ditemukan: Berpelukan Terhimpit Batu Besar

12
0
Kondisi 2 Warga Singapura Korban Tewas Gunung Dukono saat Ditemukan: Berpelukan Terhimpit Batu Besar

Minggu, 10 de maio de 2026 – 22h10 WIB

Ternate, VIVA – Tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung tersebut.

img_title

Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Telah Ditemukan

“Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center,” kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, di Ternate, Minggu.

Eu menjelaskan kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat terjadi erupsi.

img_title

Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” ujarnya.

Dua korban meninggal tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya warga negara Singapura. Sementara satu korban lainnya yang sebelumnya juga dilaporkan terdampak erupsi merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Angel.

img_title

Gunung Dukono Erupsi! 3 Orang Tewas, 2 Diantaranya WNA Singapura

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dengan membawa cantong jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko tinggi.

“Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi”, disse Iwan.

Ia mengapresiasi seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian e evakuasi, karena tetap bekerja maximamente meski menghadapi cuaca buruk dan ancaman atividades vulcânicas.

“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.

Com o dinheiro ditemukannya, a operação SAR é reservada e o pessoal de segurança é o que deve ser dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Iwan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Pangdam berlangsung.

Sebelumnya em 8 de maio de 2026 Kantor SAR Ternate menerima informasi from Basarnas Command Center (BCC) mengenai adanya sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E di Kawasan Gunung Dukono.

Halaman Selanjutnya

Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya yang menyebutkan adanya sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak erupsi Gunung Dukono, sehingga pemerintah desa meminta bantuan SAR para melakukan evakuasi. (Formiga)

Halaman Selanjutnya

Fuente