Selasa, 10 de março de 2026 – 18:00 WIB
VIVA – Islam mengajarkan bahwa seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibu yang telah mengandung e membesarkannya com penuh perjuangan. Namun ajaran Islam, kewajiban berbakti tersebut juga memiliki batas, terutama jika orang tua justru mendorong anak melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran agama.
Bukan Hanya Anak, Ternyata Orang Tua Bisa Durhaka
Dalam Al-Qur’an Surah Luqman ayat 14, Allah SWT memerintahkan manusia para berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ayat tersebut menjelaskan bahwa seorang ibu mengandung anaknya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah serta menyapihnya hingga dua tahun. Karena itu, manusia diperiintahkan untuk bersyukur kepada Allah e juga kepada kedua orang tua.
Meski demikian, o Islã pode ser considerado bahwa ketaatan kepada ou seu tidak berlaku apabila mereka memaksa anak para melakukan kemaksiatan ou menyekutukan Allah. Hal tersebut dijelaskan na Surah Al-Ankabut ayat 8 yang menegaskan bahwa manusia tetap harus berbuat baik kepada orang tua, tetapi tidak boleh mematuhi mereka jika diperintahkan melakukan perbuatan yang bertentangan com ajaran agama.
Kisah Tegas Umar bin Khattab, Suruh Warga Pukul Kepala Governador Gegara Anaknya Angkuh
Sebuah kisah yang terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab menggambarkan keseimbangan antara kewajiban anak e tanggung jawab orang tua. Sua sentença, seorang ayah membawa putranya menghadap Khalifah Umar para causar perigo de anaknya yang dianggap durhaka.
Di hadapan Umar bin Khattab, cantou ayah meminta agar putranya dinasihati. Ia mengeluhkan bahwa anaknya tidak patuh dan tidak berbakti kepadanya.
Ketika Umar bin Khattab Malu e Berdosa Lihat Rakyatnya Rebus Batu Karena Lapar
Umar kemudian menasihati pemuda tersebut agar bertakwa kepada Allah e mengingat bahwa ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua.
No entanto, ele é kemudian bertanya kepada Umar apakah Islam hanya mewajibkan anak para berbakti kepada orang tua, ou juga mewajibkan orang tua menjalankan tanggung jawab terhadap anak.
Umar menjawab bahwa orang tua memang memiliki kewajiban besar terhadap anak-anak mereka.
Mendengar jawaban tersebut, pemuda itu menjelaskan bahwa ayahnya tidak menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua. Ia mengaku ayahnya memperlakukan ibunya dengan buruk, memberinya nama yang tidak baik, serta tidak pernah mengajarinya membaca Al-Qur’an.
Halaman Selanjutnya
Mendengar penjelasan itu, Umar bin Khattab kemudian menegur cantou ayah. Eu menyatakan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata kesalahan anak, melainkan juga kelalaian orang tua dalam menjalankan tanggung jawabnya.



