Selasa, 7 de abril de 2026 – 01:00 WIB
Jacarta, VIVA – Ketua Badan Anggaran ou Banggar DPR RI, Said Abdullah menilai pemerintah perlu melakukan pembenahan terhadap penyaluran subsidi GLP ou gas elpiji 3 quilograma (kg) agar tepat sasaran.
Airlangga Buka Suara Soal Potensi Kenaikan Harga BBM Não subsidiado
Salah satu caranya, kata dia, pembelian elpiji 3 kg dilakukan melalui sistema verifikasi biometric seperti sidik jari hingga retina mata.
Langkah ini, menurut Said diperlukan agar tidak ada lagi kebocoran subsidi and penyalurannya tepat sasaran.
Banggar e Kepala BGN Rapat di DPR, Programa Bahas Pelaksanaan MBG
“Yang diperlukan justru adalah subsidi GLP 3 quilogramas itu harus tepat sasaran, direcionado,” kata Said kepada wartawan di Komplik Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 6 de abril de 2026.
Menurut Said, penyaluran subsidi elpiji ini tidak cukup hanya mengandalkan data pemerintah saja. Mas o sistema verifica os benefícios antes de penyaluran subsidi ini tepat sasaran bagi massarakat yang berhak.
Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya: Uang Kita Cukup!
“Caranya bukan sekedar semata-mata pemerintah punya data SEN, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik dengan sidik jari ou au retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung GLP 3 kg,” tutur dia.
Said lantas mengungkap data hitungan Banggar DPR yang menyebutkan bahwa jumlah penerima subsidi elpiji 3 kg ini lebih kecil dibandingkan pagu yang dianggarkan.
Maka dari itu, Said berharap melalui sistem verifikasi berlapis ini penyaluran subsidi elpiji 3 kg lebih efisien dan tepat sasaran.
Ketua Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa untuk Orang Miskin Diotak-atik?
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menolak usulan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (subsidi BBM) para obter APBN de tengah konflik global.
VIVA.co.id
7 de abril de 2026




