Início Notícias Kepala Staf AD AS Dicopot Usai Tak Sejalan com Trump

Kepala Staf AD AS Dicopot Usai Tak Sejalan com Trump

14
0
Kepala Staf AD AS Dicopot Usai Tak Sejalan com Trump

Sabtu, 4 de abril de 2026 – 00:10 WIB

VIVA –Menteri Pertahanan American Serikat, Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy A. George para seu uniforme dari jabatannya, di tengah perang American Serikat e Israel melawan Iran.

img_title

AS Usir Diplomat Iran di PBB em dezembro com Alasan Keamanan Nasional

Dalam pernyataan yang diunggah di plataforma

Ia menambahkan bahwa Departemen Pertahanan berterima kasih atas puluhan tahun pengabdian Jenderal George kepada negara.

img_title

Irã Tak Gentar Tutup Selat Hormuz, Analis Sebut Pemulihan Krisis Energi Belangsung Lama

Pencopotan Kepala Staf AD, yang pertama kali dilaporkan oleh CBS, menjadi bagian terbaru dari rangkaian pemecatan pejabat tinggi milite AS sejak Hegseth menjabat pada Januari lalu.

CBS mengutip seorang sumber yang menyebutkan bahwa langkah itu diambil karena Hegseth ingin sosok yang bisa menjalankan visinya dan visi President Donald Trump to Angkatan Darat.

img_title

Rússia, China e Prancis Tolak Resolusi DK PBB yang Izinkan Gunakan Kekuatan untuk Lintasi Selat Hormuz

Melansir laman Al Jazeerah, Sabtu 4 de abril de 2026, jenderal berusia 61 antes deste diangkat ke posisi tersebut pada 2023 oleh Presidente saat itu, Joe Biden. Eu tenho muitos direitos de receber penempatas de luar negeri, termasuk em perang do Iraque e do Afeganistão.

Selama menjabat sebagai kepala staf, ia dikenal mendorong efisiensi di tubuh Angkatan Darat serta memperkenalkan teknologi baru, seperti drone pencegat rudel berbiaya rendah dan sistema penargetan berbasis kecerdasan buatan.

No jornal The New York Times, ele fez isso com a ajuda de George e Hegseth, mas Hegseth foi contratado por Hegseth e recebeu promoções de 29 funcionários.

Sebagian besar nama dalam daftar tersebut adalah pria kulit branco, sementara dua perwira yang dicoret Hegseth merupakan orang kulit hitam dan dua lainnya perempuan, menurut laporan itu yang mengutip pejabat militer anônimo.

Keputusan Hegseth foi memicu pertanyaan di kalangan perwira senior, apakah ada preconceito ras ou gênero em proses tersebut. No entanto, George meminta pertemuan dengan Menteri Pertahanan dua minggu lalu para membahas hal ini, Hegseth dilaporkan menolak.

Halaman Selanjutnya

Isu soal kemungkinan pencopotan George sendiri sudah beredar selama algumasapa pekan, sebelum akhirnya Hegseth memberitahukan keputusan itu lewat sambungan telepon sekitar pukul 16.00 waktu setempat pada Kamis, menurut laporan The New York Times.

Halaman Selanjutnya

Fuente