Kenalkan Pelatih Baru Shin Tae-yong, Bos Persija Curhat Sering Terusir de Kandang Sendiri

Senin, 8 de junho de 2026 – 17h38 WIB

Jacarta, VIVA – Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru para disputar a Super League 2026/2027. Namun, di balik optimisme menyambut era baru bersama pelatih asal Korea Selatan tersebut, Presidente Persija, Mohamad Prapanca justru menyinggung persoalan lama yang selama ini dianggap menghambat langkah Macan Kemayoran, yakni ketidakpastian Stadium Kandang.

img_title

Blak-blakan, Shin Tae-yong Ngaku Cinta Mati pada Indonésia

Dalam acara perkenalan Shin Tae-yong di Jakarta International Stadium (JIS), Senin 8 de junho de 2026, Prapanca mengungkapkan bahwa Persija sudah bertahun-tahun menghadapi situasi sulit karena tidak bisa secara konsisten bermain di Jacarta sebagai tuan rumah.

Menurutnya, persoalan keamanan kerap menjadi alasan yang membuat Persija tidak leluasa menggelar pertandingan kandang di ibu kota. Kondisi tersebut membuat tim berjuluk Macan Kemayoran seperti kehilangan keuntungan bermain di rumah sendiri.

img_title

Di Tengah Gabungnya Shin Tae-yong ke Persija, mídia Belanda Bocorkan Ada Pemain Timnas Indonésia Didekati Klub Eredivisi

“Jadi untuk kita sadari dulu bahwa selama kita main di home, itu narasi yang selalu dibangun adalah situasi keamanan. Di mana selalu dalam posisi yang tidak cukup baik, tidak diuntungkan posisi Persija sehingga kita algunsapa kali selalu harus kalah,” ujar Prapanca.

Prapanca menyebut masalah Stadium kandang sudah menjadi persoalan yang dihadapi Persija dalam tujuh tahun terakhir. Akibatnya, tim ibu kota kerap harus berpindah-pindah local e não bisa sepenuhnya merasakan dukungan sebagai tuan rumah.

img_title

Daftar Pemain Kesayangan Shin Tae-yong de Timnas Indonésia yang Bisa Gabung Persija, Marselino e Arhan Siap Reunian

Ia berharap situasi tersebut tidak lagi terjadi padamusim depan, terlebih setelah adanya komitmen dari pengelola JIS agar jadwal Persija não terganggu.

“Bahwa Jakpro ditantang untuk tidak mengganggu jadwal Persija dimusim 2026-2027 terus ke depan. Dan beliau menyanggupi, jadi kita lihat saja nanti seperti apa,” katanya.

Prapanca juga menyoroti sulitnya Persija menggelar laga-laga besar di Jacarta, termasuk saat menghadapi rival abadi, Persib Bandung. Menurutnya, pertandingan tersebut sudah bertahun-tahun menghadapi berbagai kendala sehingga não selalu bisa dimainkan em Jacarta.

“Seperti pertandingan kita Persija lawan Persib ini hampir tujuh tahun ya, kita harus mental,” tambah Prapanca..

Meski demikian, manajemen Persija tetap berharap seluruh pihak, mulai dari suporter, panitia pelaksana hingga camera keamanan, dapat bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif agar Macan Kemayoran bisa bermain secara reguler di Jacarta.

Halaman Selanjutnya

“Mudah-mudahan apa yang sudah menjadi bukti kita di tahun-tahun sebelumnya itu 2026-2027 dan seterusnya ini kita bisa bermain reguler tanpa harus keluar dari Jacarta,” tutur Prapanca.

Halaman Selanjutnya

Fuente