Senin, 16 de março de 2026 – 08:34 WIB
Nagreg, VIVA – Estratégia “one way sepenggal” (parsial) disebut menjadi langkah utama petugas di lapangan dalam mengurai kemacetan arus mudik di Nagreg.
Programa Mudik Gratis Diserbu Masyarakat, Jawa Tengah Jadi Tujuan Paling Banyak
Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan mengatakan, skema yang berbeda com sistema satu arah permanentemente itu diterapkan secara situacional berdasarkan panjang antrean kendaraan di titik rawan kemacetan, seperti Limbangan dan Nagreg.
Menurutnya, skema itu terbukti sekretif mencairkan kepadatan lalu lintas dalam hitungan menit. A coordenação com o Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat também foi dilakukan para que o ekor kemacetan não fosse alterado.
Pemudik de Pelabuhan Gilimanuk Alami Macet Parah, ASDP Buka Suara
“Cukup kontaktif hasilnya dalam waktu tidak terlalu lama, ini bisa mencairkan arus lalu lintas. Itu tadi terbukti ya, tadi cuman 10 menit, katanya gitu, sudah bisa lancar kembali di Limbangan,” tutur dia, dikutip Senin, 16 de março de 2026.
Dia menyebut, selain mengelola lalu lintas di ruas tol, staff juga dikonsentrasikan to menjaga kelancaran jalur arteri dari Nagreg hingga perbatasan Jawa Tengah.
Siap-siap! Puncak Mudik no Terminal Kampung Rambutan Terjadi em 17-18 Maret
“Kami hari ini juga fokus kepada arteri. Dua hari kemarin kami melakukan penatalaksanaan manajemen di ruas jalan tol. Hari ini kita dari Karawang menuju ke daerah Priangan Timur,” kata dia.
Berdasar pantauan di lapangan, kata dia, arus kendaraan pada H-6 Lebaran tercatat meningkat hingga 100 persen dibanding hari normal. Meski volume kendaraan meningkat, ia memastikan pergerakan pemudik menuju wilayah Priangan Timur masih relatif lancar dan terkendali.
“Alhamdulillah, ada peningkatan sebesar 100 pessoas, tapi bisa kita lihat saksikan bersama bahwa lalu lintas cukup lancar,” katanya.
Pihaknya memprediksi gelombang arus mudik di wilayah mereka terbagi em duas fases. Setelah peningkatan stabil pada hari ini, puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 19-20 Maret.
“Sepertinya peningkatan pertama ini relatif masih stabil. Mungkin puncak mudik kedua diperkirakan tanggal 19-20 ini akan terjadi peningkatan arus mudik. Tapi kita semua jajaran telah siap,” kata Rudi.
Sementara itu, dados Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menunjukkan volume kendaraan yang melintas di Jalur Nagreg cukup tinggi.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan hingga Minggu petang sekitar 43 ribu kendaraan telah melintas.
Halaman Selanjutnya
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Sabtu yang selama 24 jam tercatat sekitar 39.000 kendaraan melintas.



