Kamis, 12 de março de 2026 – 06:30 WIB
VIVA – O duelo sengit tersaji na perna pertama babak 16 besar da UEFA Champions League contra o Bayer Leverkusen venceu o Arsenal por 1-1. Os pênaltis dramáticos de Kai Havertz de penghujung relativos ao filme The Gunners terminaram o último menu perempat final em 12 de março de 2026 no WIB.
PSG Bungkam Chelsea 5-2 na Liga Champions, Kvaratskhelia Jadi Bintang
Pertandingan yang digelar di marcas Leverkusen berlangsung cukup ketat sejak awal. Kedua tim terlihat bermain hati-hati pada babak pertama, seolah menyadari bahwa duel ini masih akan berlanjut pada leg kedua.
Meski tempo de jogo não foi o suficiente, o Arsenal sempat menciptakan peluang emas pada menit ke-19. Serangan dibangun de sisi kanan oleh Bukayo Saka yang kemudian mengirim bola ke Jurrien Timber. Umpan rendahnya diteruskan melalui kombinasi Ebere Eze e Viktor Gyokeres sebelum akhirnya desambar keras oleh Gabriel Martinelli.
5 fatos sobre o Real Madrid Usai Bantai Manchester City
Sayangnya, tembakan Martinelli hanya membentur mistar gawang. Bola pantul nyaris desambar Saka, tetapi masih mampu diantisipasi lini pertahanan Leverkusen.
Di sisi lain, tuan rumah juga sempat mencoba mengancam. Piero Hincapie yang menghadapi club induknya mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, namun masih bisa diamankan oleh penjaga gawang Leverkusen, Janis Blaswich. Gol Babak pertama trocadilho berakhir tanpa.
Okan Buruk Percaya Diri, Galatasaray Bidik Tiket Perempat Final do Kandang Liverpool
Leverkusen Pecah Kebuntuan de Awal Babak Kedua
Kebuntuan akhirnya pecah sesaat setelah babak kedua dimulai. Com mais 45 detik pertandingan berjalan, Leverkusen perdeu o Arsenal.
Berawal dari situasi sepak pojok yang dikirim Alejandro Grimaldo, bola mengarah ke tiang jauh e desambut tandukan kapten tim, Robert Andrich. Sundulannya seksses marcou o Arsenal, David Raya, e marcou sua casa por 1-0.
Gol tersebut menjadi momen langka bagi Arsenal Musim ini di Champions League karena to pertama kalinya mereka tertinggal dalam pertandingan.
Setelah gol tersebut, pertandingan kembali berjalan cukup hati-hati. Kedua tim alguns kali mencoba menekan, tetapi peluang bersih nyaris tidak tercipta.
Havertz Jadi Penyelamat Arsenal
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, kemudian mencoba mengubah jalannya pertandingan com a equipe Noni Madueke e Kai Havertz.
Masuknya dua pemain tersebut akhirnya membawa damak besar di menit-menit akhir. Madueke melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum dijatuhkan pemain Leverkusen.
Halaman Selanjutnya
Wasit langsung menunjuk titik putih, namun keputusan itu sempat ditinjau melalui VAR dalam waktu cukup lama.



