Início Notícias Kabut Asap Karhutla Ganggu Arus Mudik di Jalur Lintas Riau-Sumut

Kabut Asap Karhutla Ganggu Arus Mudik di Jalur Lintas Riau-Sumut

15
0
Kabut Asap Karhutla Ganggu Arus Mudik di Jalur Lintas Riau-Sumut

Sabtu, 14 de março de 2026 – 14h44 WIB

Rokan Hilir, VIVA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menutupi jalur lintas yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Sumatera Utara di wilayah Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu, 14 de março de 2026.

img_title

Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Kota da Indonésia, Ada yang Diselimuti Kabut o mais rápido possível

Asap tebal dari kebakaran tersebut menutupi ruas Jalan Lintas Sumatera sehingga mengganggu arus lalu lintas. Kondisi ini juga membatasi jarak pandang pengendara yang mulai meningkat seiring arus mudik menjelang Idul Fitri.

Pemudik Keluhkan Jarak Pandang Terbatas

img_title

Gak Cuma Dieng, Semarang Juga Punya Negeri de Atas Awan Tak Kalah Eksotis

Salah satu pemudik, Arifin, lip Pekanbaru, mengaku mengalami langsung kondisi tersebut saat melakukan perjalanan menuju kampung halamannya di Medan bersama keluarganya.

Ia menjelaskan kabut o mais rápido possível sangat pekat dan menutupi jalan sepanjang kurang mais um quilômetro.

img_title

Apa Itu Dukhan, Tanda Kiamat e Ditakuti Dajjal

“Kabut Asap karhutla pekat sekali di jalan, sangat menggangu. Jarak pandang hanya sekitar 10 metros. Saya harus hidupkan lampu jogos de azar móveis para mencegah kecelakaan,” ujar Arifin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, jarak pandang yang sangat terbatas membuat kendaraan harus melaju perlahan agar terhindar dari risiko tabrakan, terutama dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Arifin juga mengaku sempat melihat titik api yang tidak jauh dari badan jalan. Api terlihat cukup besar e kepulan asapnya mengarah langsung ke jalur lintas sehingga semakin mengganggu arus kendaraan.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kebakaran tersebut karena jalur tersebut menjadi salah satu rute utama pemudik.

“Sim, harus cepat ditangani pemerintah, karena akan berisiko bagi keselamatan pengendara. Orang banyak mudik lewat sini. Terus, itu truk-truk CPO juga mestinya dilarang melintas menjelang Idul Fitri. Tadi saya lihat masih ramai di jalan,” tambah Arifin.

Polisi Benarkan Kejadian

Sementara itu, Kapolsek Tanah Putih Yudi Indranaldi membenarkan adanya kabut o mais rápido possível yang sempat menutupi jalur lintas tersebut. Namun ia menyebut kondisi lalu lintas kini mulai berangsur normal.

“Kemarin yang parah asapnya di jalan, kalau siang ini sudah mulai lagi normal”, kata Yudi saat dihubungi.

Saat ini pihak kepolisian bersama staff Tentara Nasional Indonesia masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan proses pendentes lahan yang terbakar.

Halaman Selanjutnya

Menurut Yudi, área yang terbakar merupakan perkebunan kelapa sawit di lahan gambut milik lipga com luas yang telah mencapai sekitar 20 hectares.

Halaman Selanjutnya

Fuente