Jelang Puncak Haji, Wakapolri Perkuat Perlindungan Jemaah com Árabe Saudita

Sabtu, 23 de maio de 2026 – 20h44 WIB

Riade, VIVA – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo beserta tim melakukan lawatan dan pertemuan dengan jajaran Presidência de Segurança do Estado (PSS) Árabe Saudita pada Jumat 22 Mei di Kantor PSS, Kota Riyadh, Árabe Saudita.

img_title

Wakapolri: KBPP Bukan Mitra tapi Bagian dari Polri

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi Indonésia-Árabe Saudita dalam perlindungan warga negara serta pengamanan penyelenggaraan ibadah haji menjelang puncakmusim haji 2026.

Kedatangan Wakapolri disambut secara resmi oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, mewakili pimpinan PSS Arab Saudi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghormatan, mencerminkan eratnya hubungan kedua negara dalam mendukung perlindungan jemaah haji Indonésia.

img_title

Árabe Saudita Gagalkan 217 Kasus Haji Ilegal, 7 Ribu Pelanggar Hukum Dideportasi

Lawatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonésia, dalam upaya memperkuat pengawasan, pencegahan, serta perlindungan massarakat dari praktik haji não-prosedural, penyalahgunaan visa, hingga berbagai modus penipuan yang merugikan calon jemaah.

Hingga saat ini, Subsatgas Gakkum Satgas Haji e Umrah Polri Tahun 2026 telah menangani 11 Laporan Polisi (LP) e 21 Laporan Informasi (LI), com 13 tersangka, jumlah korban mencapai 320 orang, serta total kerugian massarakat sebesar R$ 10.025.000.000.

img_title

Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Akan Didistribusikan untuk Warga Palestina

Selain itu, Satgas Haji Polri juga telah melakukan pencegahan keberangkatan 32 WNI calon jemaah haji non-prosedural sebagai langkah perlindungan agar massarakat tidak menjadi korban praktik keberangkatan ilegal.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan koordinasi terkait perlindungan warga negara, pertukaran informasi, serta percepatan penanganan persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah Indonésia selama berada di Arab Saudi.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan, perlindungan jemaah membutuhkan penguatan sinergi sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Polri bersama Kementerian Haji e Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan não-prosedural e melindungi massarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas árabe saudita juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Isir.

Menurutnya, Indonésia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap warga negara memperoleh kepastian, keamanan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah.

Halaman Selanjutnya

“Perlindungan jemaah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan koordinasi dengan otoritas árabe saudita menjadi bagian penting untuk memastikan massarakat Indonésia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” tegas Isir.

Halaman Selanjutnya

Fuente