Minggu, 15 de março de 2026 – 12h45 WIB
Jacarta, VIVA – Jelang Lebaran para pelaku Usaha Kecil e Menegah (UMKM) di bidang kuliner semakin kebanjiran order. Salah satunya, pisang gulung wijen yang merupakan jajanan khas Kabupaten Magetan, Jawa Timur, penjualannya meningkat signifikan seiring tingginya permintaan consumer, mempersiapkan momen spesial tersebut.
Arus Pemudik de Jawa Ke Sumatera Terus Meningkat, ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan
Pemilik UMKM jajanan pisang gulung wijen Berkah Ridho, Lili Rusmiata di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, mengatakan, penjualan meningkat tajam karena banyak massarakat yang membeli untuk sajian berbuka puasa maupun oleh-oleh Lebaran.
“Alhamdulillah ada kenaikan sekitar 40 persen untuk somerapa produk unnggulan, utamanya pisang gulung wijen”, disse Lili dikutip, Minggu, 15 de março de 2026.
Resep Brongkos Cremoso Tanpa Santan, Hidangan Keraton Cocok Jadi Menu Lebaran
Menurutnya, penjualan paling banyak é adalah pesanan dari maupun toko oleh-oleh di wilayah Magetan e sekitarnya. No entanto, ele é muito pesanan deri teman para sajian buka puasa.
No entanto, na produção normal, a produção normal pode custar 1.000 hingga 1.500 pak de berbagai produk camilan. Se você pagar por isso, a produção de Jumlah pode custar cerca de 45.000 pak. Selain pisang gulung wijen yang menjadi andalan, ia também memproduksi kacang gulung wijen, kacang caramel, dan pisang caramel.
Todas as Informações Pulang Kampung Ada di MudikPedia Lebaran 2026
Khusus di bulan Ramadhan Lili e pegawainya juga memproduksi berbagai jenis kue kering, seperti nastar nanas, nastar kurma, kastengel, dan coklat mente. Meski bahan baku mengalami kenaikan harga, Lili tetap menjaga harga produknya agar tetap terjangkau.
“Para pisang karamel misalnya masih di kisaran Rp9 ribu sampai Rp10 ribu per pak. Kita tidak berani menaikkan harga meski sejumlah bahan pokok naik. Untung sedikit tidak apa apa yang penting usaha lancar,” katanya.
Usaha yang telah digeluti sejak tahun 2014 tersebut menggunakan bahan baku pisang Raja Nangka yang memiliki rasa manis dan texturas yang cocok para digoreng. Pisang tersebut didatangkan dari daerah Lamongan e Boyolali yang rutin dikirim ke Magetan. Dalam satu minggu, kebutuhan pisang bisa mencapai sekitar 1,5 toneladas.
“Kalau dari Magetan ada, tapi jumlahnya terbatas. Makanya kita ambil dari Lamongan dan Boyolali,” katanya.
Para criar processos de produção, UMKM Berkah Ridho foi lançado em 25 anos. Mereka kebanyakan merupakan lipga desa sekitar. “Sekarang ada penambahan karyawanmusiman. Total saat ini ada sekitar 25 orang yang membantu produksi,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Pihaknya ingin agar usaha kecilnya tersebut semakin berkembang. Ia berharap suatu saat bisa membangun tempat produksi yang luas sekaligus membuka peluang wisata kuliner berbasis UMKM.



