Início Notícias Jangan Pesugihan! Ini Amalan Doa Nabi Sulaiman para Penglaris Dagangan

Jangan Pesugihan! Ini Amalan Doa Nabi Sulaiman para Penglaris Dagangan

43
0
Jangan Pesugihan! Ini Amalan Doa Nabi Sulaiman para Penglaris Dagangan

Kamis, 21 de maio de 2026 – 04:30 WIB

Jacarta, VIVA – Dalam menjalankan usaha, setiap pedagang tentu menginginkan dagangannya ramai pembeli, memperoleh keuntungan yang halal, serta dipenuhi keberkahan. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, sebagian orang bahkan tergoda mencari jalan pintas demi menarik pelanggan e meningkatkan penghasilan, termasuk mempercayai praktik-praktik yang bertentangan comngan ajaran agama seperti pesugihan.

img_title

Kecurigaan Pesulap Merah Soal Praktik Pesugihan Para Artis di Gunung Kawi

Padahal no Islã, rezeki diyakini datang de Allah SWT e harus diperoleh melalui cara yang baik serta halal. Selain melakukan usaha secara lahiriah seperti menyusun strategi pemasaran, menjaga kualitas barang, hingga memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, umat Islam juga dianjurkan memperkuat ikhtiar batin melalui doa.

Salah satu doa yang kerap diamalkan para pedagang berasal de Nabi Sulaiman AS. Nabi yang dikenal memiliki kerajaan besar, kekayaan melimpah, serta kemampuan luar biasa itu tetap memanjatkan doa kepada Allah SWT agar selalu diberi rasa syukur e kemampuan menjalankan amal saleh.

img_title

Awal Mula Pesulap Merah Bongkar Ritual Gunung Kawi

Doa tersebut terdapat no Al-Qur’an Surah An-Naml ayat 19. Isi doanya bukan semata meminta kekayaan ou keuntungan besar, melainkan memohon agar nikmat yang diberikan Allah dapat dimanfaatkan dengan baik e membawa keberkahan dalam hidup.

Melalui pengamalan doa ini, umat Islam diharapkan memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari banyaknya keuntungan materi, tetapi juga dari keberkahan, ketenangan hati, dan manfaat yang diberikan kepada sesama.

img_title

Sarwendah Bantah Pesugihan de Gunung Kawi, Pesulap Merah: Apa Jangan-jangan…

Berikut doa penglaris dagangan yang diajarkan Nabi Sulaiman AS no QS An-Naml ayat 19:

“فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Fatabassama ḍāḥikam min qaulihā wa qāla rabino auzi’nī an asykura ni’matakal-latī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn(a).

Artinya: Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham e kemampuan) para tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku e kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.””

Halaman Selanjutnya

Para ulama menjelaskan bahwa inti dari doa tersebut adalah rasa syukur dan permohonan agar seseorang tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Com isso, você pode obter mais informações sobre o uso e não usar nada mais do que um cara-cara que merugikan orang lain.

Halaman Selanjutnya

Fuente