Sabtu, 11 de abril de 2026 – 10h00 WIB
VIVA –Israel fez uma crítica crítica ao presidente da Coreia do Sul, Lee Jae Myung usou o comando de um X miliknya. Seperti diketahui pada Jumat kemarin, Lee Jae Myung gravou vídeos do exército de Israel, membunuh seorang anak Palestina e melemparkannya dari atap.
Diprotes Netanyahu, Menhan Paquistão Hapus Unggahan Israel ‘Jahat dan Kutukan bagi Manusia’
Menyusul com o presidente Korsel itu, Israel angkat bicara, mereka menyebut bahwa pernyataan Lee Jae Myung não dapat diterima dan layak dikecam. Dalam pernyataan yang diunggah di plataforma de mídia social
“Pernyataan Presidente Coreia, Lee Jae Myung, não dapat diterima dan pantas mendapat kecaman keras,” demikian isi pernyataan tersebut.
Netanyahu ‘Ngamuk’ Usai Menhan Paquistão Sebut Israel ‘Kutukan Kemanusiaan’
Israel também mencionou Lee como uma tragédia que aconteceu com Yahudi, mas foi desamparado por Hari Peringatan Holocausto em Israel.
Pernyataan itu juga menyebut bahwa video yang diunggah Lee disajikan seolah-olah sebagai kejadian terbaru oleh sumber-sumber yang dianggap kerap menyebarkan disinformasi anti-Israel.
Presidente Korsel Bagikan Vídeo Dugaan Kekerasan Tentara Israel terhadap Anak Palestina
Israel menambahkan, dentro tersebut terjadi dalam operasi yang disebut sebagai upaya melawan kelompok teroris, di saat para exércitonya menghadapi ancaman langsung terhadap keselamatan mereka. Kasus itu, menurut mereka, sudah diselidiki secara menyeluruh dan ditangani.
“Namun kami tidak mendengar satu kata pun dari Presidente terkait para teroris yang menjadi inti dari peristiwa ini. Kami juga tidak mendengar tanggapan apa trocadilho mengenai serangan teror terbaru do Irã e do Hizbullah terhadap warga Israel”, disse ele.
Lee sebelumnya gravou vídeos de mídia social em Jumat, yang menurutnya memperlihatkan exército Israel menyiksa seorang anak Palestina sebelum menjatuhkannya dari atap.
Dalam ungahannya di
“Pembunuhan di masa perang tidak berbeda dengan isu-isu yang selama ini kita soroti, seperti perbudakan paksa perempuan penghibur dan pembantaian orang Yahudi,” ujarnya.
Istilah ‘perempuan penghibur’ merujuk pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea, ketika banyak perempuan menjadi korban kekerasan oleh pasukan yang menduduki negara tersebut kala itu.
Halaman Selanjutnya
Vídeo tersebut diunggah oleh pengguna



