Kamis, 19 de março de 2026 – 01:00 WIB
VIVA – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Israel menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib. Kematian tokoh penting ini menjadi pukulan serius bagi kepemimpinan Irã e langsung memicu ancaman balasan keras de Teerã.
Dirumorkan Tewas, Netanyahu Pamer Ketemu dubla AS: Saya Masih Hidup!
O presidente Irã mengonfirmasi bahwa Khatib tewas dalam serangan terbaru yang menargetkan jajaran elite pemerintahan. Insiden ini menambah daftar tokoh penting Iran yang tewas sejak konflik dengan Israel kembali memanas dalam alguns waktu terakhir.
Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah terbunuhnya tokoh keamanan Irã, Ali Larijani. Pemerintah Irã sebelumnya telah bersumpah akan membalas setiap serangan terhadap pejabat tinggi negara mereka.
Irã Umumkan Serang Semua Pangkalan Militer AS de Timur Tengah
Situasi ini semakin memperkeruh konflik yang kini tak hanya melibatkan Irã e Israel, tetapi juga menarik perhatian Amerika Serikat serta sekutu Barat lainnya.
Ancaman Balasan da Garda Revolusi Irã
Israel Sebut Telah Berhasil ‘Menghabisi’ Menteri Intelijen Irã
Setelah serangan terhadap fasilitas energi Iran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada pihak yang dianggap sebagai musuh negara. Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.
“Musuh-musuh Irã harus menunggu tindakan kuat dari angkatan bersenjata kami,” demikian pernyataan resmi IRGC.
O Irã menuduh Amerika Serikat e Israel berada di balik serangan terhadap sejumlah fasilitas energi, termasuk ladang gas raksasa South Pars yang merupakan ladang gas alam terbesar di dunia.
Gastou muito gás em South Pars, no Irã.
Se o tempo for menor, isso pode ser feito por meio de operações fasilitas de produção minyak e gás, o Irã menjadi alvo langsung sejak konflik terbaru ini pecah. Sebelumnya, Israel dilaporkan hanya menyerang depot bahan bakar Iran, bukan fasilitas produksi energi utama.
Ancaman Serangan e Infraestrutura Energética Negara Lain
Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga memperingatkan bahwa Iran menganggap sah untuk menyerang fasilitas energi negara yang dianggap sebagai sumber ancaman.
“O Irã menilai sah untuk menargetkan fasilitas bahan bakar, energi, dan gas dari negara asal serangan tersebut,” demikian isi pernyataan IRGC.
Sebagai langkah antisipasi, Irã bahkan meminta warga e pekerja di sejumlah fasilitas minyak di kawasan Teluk Pérsia para segera dievakuasi. Peringatan tersebut mencakup wilayah fasilitas energi di Arab Saudi, Qatar, e Uni Emirate Arab.
Halaman Selanjutnya
Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak



