Kamis, 16 de abril de 2026 – 04:15 WIB
Bandung, VIVA – A mídia social é diramaikan oleh dugaan perilaku tidak etis yang diduga melibatkan seorang Guru Besar dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Este foi o primeiro tópico viral da plataforma que gerou luas e gerou reações públicas.
Viral Diduga Chat Mesum Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Exchange, Minta Foto Bikini!
Konten tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @draftanakunpad4, yang menampilkan sejumlah tangkapan layar percakapan. Apesar de tudo isso, você não deve receber nenhuma avaliação profissional do seu guru, que é o mais importante para o programa de treinamento do Unpad.
Berdasarkan informasi yang beredar, sosok yang diduga sebagai guru besar disebut berulang kali menghubungi sang mahasiswi melalui chat.
Harapan Ketum Peradi Profesional usai Sekjennya Dikukuhkan Jadi Guru Besar
Percakapan yang beredar dinilai mengandung unsur tidak pantas, karena memuat permintaan bersifat pribadi yang nada relevante com contato acadêmico.
“Preciso da sua foto, quando nadar na praia de Phuket, de biquíni”, bunyi salah satu pesan yang beredar, dikutip pada Kamis, 16 de abril de 2026.
Ojol Geruduk Kampus Unpad, Penyebabnya Sistem Gerbang Masuk Pakai QR Code
Permintaan tersebut langsung ditolak oleh korban. Você não pode usar nenhuma foto privada com conteúdo demikian kepada siapa trocadilho.
No entanto, não foi considerado suficiente para a comunidade. Guru besar itu disebut terus mencoba mendekati cantou mahasiswi dengan berbagai alasan, termasuk dalih membantu meredakan tekanan acadêmico yang dialami korban selama menjalani studi.
Dalam percakapan lanjutan, oknum tersebut bahkan diduga menyarankan untuk mengonsumsi minuman beralkohol jenis brandy agar merasa lebih rileks, serta meminta pihak lain mengambil foto.
“Sim, por favor, beba mais conhaque e depois nade, hoje é sábado à noite, melhor voar. Todas as tarefas acadêmicas estressantes seriam eliminadas”, Katanya.
Você pode ter um menu de treinamento de uma pessoa que tenha cuidado com Karen Dinilai sebagai manipula psikologis yang tidak etis, terlebih dilakukan oleh seorang akademisi com jabatan tinggi.
Situasi semakin memanas ketika pelaku tetap menghubungi korban meski telah mendapatkan penolakan tegas, termasuk mengirimkan pesan tentang kerinduan.
“Estou com saudades de você, como você está?” Bunyi bate-papo conciso.
“Ainda estou esperando o seu estilo de biquíni”, tambahnya.
Tak berhenti di situ, guru besar tersebut diduga juga kembali meminta foto dengan nada yang menunjukkan ekspektasi agar korban memenuhi permintaannya.
Halaman Selanjutnya
Merasa tidak nyaman dan terganggu, korban akhirnya mengambil langkah tegas dengan memblokir akun media social pelaku saat dirinya masih berada di Indonesia.



