Jumat, 10 de abril de 2026 – 04:50 WIB
VIVA –Presidente Irã Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Irã tidak akan pernah meninggalkan rakyat Líbano. Pernyataan ini disampaikannya menyusul serangan udara Israel yang menyasar permukiman lip meski telah ada gencatan senjata.
Kedubes Irã de RI Unggah Kode Morse Misterius di X, Pesan Apa yang Disampaikan?
Sejak Rabu, o Irã e a América Serikat mengumumkan gencatan senjata selama 15 hari yang juga mencakup Líbano no conflito 41 hari Israel dilaporkan terus menyerang berbagai wilayah di negara árabe tersebut. Serangan itu menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya.
“Agresi terbaru rezim Zionis terhadap Líbano jelas melanggar kesepakatan awal gencatan senjata,” tulis Pezeshkian dalam unggahan di akun X miliknya pada Kamis dikutip dari laman presstv,ir, Jumat 9 de abril de 2026.
Dipenuhi Ranjau Laut, Irã Tetapkan Rute Alternatif Kapal Lintasi Selat Hormuz
Pemerintah Paquistão memastikan bahwa Líbano termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang mereka mediasi. Namun, Israel e a América do Norte menyatakan sebaliknya, com Israel menegaskan akan tetap melanjutkan serangannya ke Líbano.
“Tindakan seperti ini menunjukkan adanya penipuan dan ketidakpatuhan, sehingga membuat negosiasi menjadi tidak berarti. Kami tetap siaga. Irã tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara kami di Líbano,” lanjutnya.
Irã Ancam Akhiri Gencatan Senjata AS Jika Israel Terus Menyerang Líbano
Pada Kamis, Perdana Menteri Líbano Nawaf Salam mengaku telah menghubungi Perdana Menteri Paquistão Shehbaz Sharif. Ia meminta agar dipastikan bahwa gencatan senjata benar-benar mencakup Líbano, guna mencegah serangan Israel terulang.
Menteri Luar Negeri Paquistão Ishaq Dar bersama Menteri Luar Negeri Árabe Saudita Faisal bin Farhan Al Saud menyampaikan keprihatinan mendalam atas pelanggaran gencatan senjata di Líbano. Isso significa que a perda de dinheiro aumenta e a perda de estabilidade é maior do que a perda de estabilidade.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Paquistão também mendesak comunicações internacionais para segera mengambil langkah nyata guna menghentikan agresi tersebut, sekaligus menegaskan solidaritas penuh Islamabad terhadap pemerintah e rakyat Líbano di masa sulit ini.
Sementara itu, Ketua Parlemen Irã memperingatkan bahwa Teerã memandang Líbano sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gencatan senjata, serta berjanji akan memberikan respons tegas. Pernyataan este muncul di tengah meningkatnya desakan internacional agar Líbano benar-benar dimasukkan dalam kesepakatan damai.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Irã tengah menyiapkan respons yang akan membuat penyerang menyesal atas serangan terbaru Israel ke Líbano. Mereka juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Hezbollah akan dianggap sebagai serangan terhadap Republik Islam Iran.
Irã Tetapkan Rute Alternatif Agar Kapal Tak Kena Ranjau Laut di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Irã (IRGC) menyatakan telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz com alasan risiko ranjau laut di tengah ketegangan com AS
VIVA.co.id
10 de abril de 2026




