Selasa, 23 de junho de 2026 – 07:45 WIB
Jacarta, VIVA – Pemerintah mengumumkan bahwa menunda implementasi penyaluran insentif to pembelian sepeda motor listrik. Evauasi mendalam akan dilakukan selama satu bulan ke depan.
Purbaya Heran Lembaga Pemeringkat Global Kerap Soroti Pengelolaan Defisit APBN RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penundaan dilakukan karena skema insentif masih dalam tahap kajian. Programa bantuan fiskal tersebut sebelumnya direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026.
“Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan,” Kata Airlangga di Jakarta, dikutip Selasa, 23 de junho de 2026.
Anggaran Transfer ke Daerah Bisa Naik ke Rp 90 Triliun, Purbaya Ungkap Pertimbangannya
Airlangga menjelaskan alasan penundaan karena pemerintah saat ini masih perlu membahas mekanisme pelaksanaan program tersebut com matang sebelum resmi diluncurkan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan insentif to kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan sepeda motor listrik pada tahun ini.
Kejagung Tunggu Sikap BGN soal Nasib 21.801 Motor Listrik MBG, Penyegelan Gudang Rampung Hari Ini
Para um motor separado, você pode obter o mínimo de Rp5 de valor por unidade. Namun, besaran e skema final bantuan tersebut masih akan diumumkan lebih lanjut setelah pembahasan com kementerian e lembaga terkait selesai.
Dirinya também foi considerado insensível à lista de kendaraan diberikan para menekan importar bahan bakar minyak (BBM) di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tinggi em alguns bulan ke depan.
Programa adaptado insentif kendaraan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah para mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan. (Formiga)
Pemerintah Guyur Estímulo Ekonomi Rp 26,34 Triliun di Semester II-2026, Simak Rinciannya
Menko Perekonomian, Airlangga menyampaikan, pemerintah bakal menggelontorkan pacote de estímulo econômico para o semestre II-2026, com total de Rp 26,34 triliun.
VIVA.co.id
22 de junho de 2026
