Jumat, 20 de março de 2026 – 13h03 WIB
Jacarta, VIVA – Pengakuan Denada tentang masa lalunya kembali menjadi perhatian publiclik. Setelah mengakui bahwa Ressa Rizky Rosano é um anak kandungnya dari kehamilan di luar nikah, muncul pertanyaan baru yang tak kalah bikin penasaran, mengapa hal tersebut tidak pernah ia ceritakan kepada mantan suaminya, Jerry Aurum?
Uniforme Awalnya Maju, Ini Sosok e Berjasa Pertemukan Denada com Ressa Rizky
Dalam sebuah perbincangan emocional, Denada akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut. Eu mengaku bahwa saat bertemu kembali com Jerry, hal pertama yang ia lakukan adalah meminta maaf atas facta yang selama ini tidak pernah diungkap. Role ke bawah para simak artikel selengkapnya.
“Iya. aku minta maaf”, postado em 20 de março de 2026 por Feni Rose, publicado no YouTube.
Ahhirnya Bertemu! Perjuangan Denada Luluhkan Hati Ressa Rizky Berbuah Manis
Pengakuan itu tidak hanya mengejutkan sang mantan suami, tetapi juga keluarganya. Denada menyadari bahwa keputusan untuk menyimpan rahasia ini membawa damak besar, terutama bagi orang-orang terdekatnya.
Saat ditanya lebih dalam, Denada mengungkap bahwa alasan utama ia tidak membuka cerita tersebut sejak awal adalah karena rasa takut dan kekhawatiran yang begitu besar.
Terungkap! Begini Cara Denada Tutupi Kehamilan Ressa Rizky Rosano
“Pasti karena kekhawatiran-kekhawatiran aku ya kak, ketakutan-ketakutan aku,” Denada kata.
Ketakutan itu bukan tanpa alasan. Ia merasa tidak cukup percaya diri to membuka rahasia tersebut, bahkan kepada orang yang pernah menjadi pasangan hidupnya.
“Aku tidak cukup percaya untuk menceritakan itu kepada dia,” katanya lagi.
Lebih jauh lagi, Denada menjelaskan bahwa pengalaman masa lalu membuatnya trauma. Ia takut jika rahasia tersebut justru akan digunakan sebagai “senjata” para menyakitinya, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Aku takut itu akan jadi senjata lagi untuk aku gitu,” ujarnya.
Pengalaman pahit itu ternyata tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada sang ibu. Denada mengaku merasa bersalah karena podeh ada pihak yang menggunakan informasi sensitif sebagai alat to menekan keluarganya.
Halaman Selanjutnya
“Dan ke Mama. Dan selamanya aku akan hidup dengan rasa bersalah,” ujarnya lagi.



