Jumat, 24 de abril de 2026 – 23h09 WIB
Jacarta, VIVA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ou BNI meningkatkan edukasi kepada massarakat terkait maraknya kejahatan siber, khususnya vishing, phishing, e engenharia social yang menyasar pengguna layanan digital seperti BNIdirect. Nasabah diminta lebih waspada e tidak mudah membagikan data sensitif kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.
BNI Reabilita 50 hectares de mangue em Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga Pesisir
O secretário corporativo do BNI, Okki Rushartomo, menegaskan, perkembangan teknologi turut diikuti com semakin beragamnya modus penipuan. “Masyarakat perlu memahami berbagai modus penipuan tersebut agar dapat lebih waspada e tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Okki em keterangan tertulis.
Dia menjelaskan, salah satu modus yang kerap terjadi adalah vishing ou voice phishing, yakni penipuan melalui telepon di mana pelaku mengaku sebagai petugas bank. Na prática, você pode obter identidades de corban e identificar situações problemáticas, se você fizer uma transação mencurigakan, para memorizar dados antes de usar ID perusahaan, ID pengguna, kata sandi, hingga code token. Informações importantes são necessárias para que você possa realizar transações e realizar transações também.
Sejoli da NTT Jadi Otak Phishing International dengan Korban 34 Ribu Orang, Ditangkap FBI-Bareng Polri
Selain itu, terdapat pula modus phishing yang dilakukan melalui situs palsu yang menyerupai portal resmi perbankan. Korban diarahkan untuk memasukkan datas sensitif yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku. Modus lain yang perlu diwaspadai adalah engenharia social, yaitu teknik manipulasi psikologis di mana pelaku menyamar sebagai petugas bank to memperoleh informasi rahasia seperti code OTP, token, ou kata sandi.
O BNI transferiu informações e verificações de uma série de interações com o digital. Nasabah diimbau para hanya mengakses layanan melalui situs resmi seperti bnidirect.bni.co.id ou directbisnis.bni.co.id, serta menghindari mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan.
BNI Pastikan Dana Nasabah Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar Dikembalikan Besok
Selain itu, nasabah juga diminta to tidak menyimpan kata sandi di perangkat, rutin mengganti password, serta tidak pernah membagikan code OTP ou token kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan bank. Langkah-langkah este dinilai krusial to mencegah penyalahgunaan akses akun.
Halaman Selanjutnya
O BNI também está trabalhando para obter informações sobre o canal de atendimento ao cliente, o site do site resmi em http://www.bni.co.id, para que você possa obter muitas informações sobre o que é diterima e aumentar o potencial penipuan.



