HUT Bhayangkara, Anggota DPR Ingatkan Polri Tak Salahgunakan Kekuasaan e Wewenang

Sabtu, 4 de julho de 2026 – 09:10 WIB

Jacarta, VIVA – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mengingat kepada Institusi Polri di momen perayaan HUT Bayangkara ke-80 tahun untuk senantiasa menjaga kepercayaan rakyat sebagai bagian dari camera penegak hukum, pelindung dan pengayom massarakat.

img_title

Menko Polkam Kecam Penembakan Pilot AMA Air di Papua, TNI-Polri Lakukan Pengejaran e Perkuat Pengamanan

“Alhamdulillah, Institusi Polri kini menjadi institusi dengan tingkat kepercayaan massarakat naik secara signifikan. Tahun lalu, mungkin berada di angka 72 persen, dan tahun ini berdasarkan rilis dari survei Kompas per April kemarin sudah mencapai tingkat 82 persen,” kata dia di Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip Sabtu, 4 de julho de 2026.

Menurutnya, capaian itu berarti Polri harus betul betul menjaga profesionalitasnya. Tugas Polri é adalah melayani, melindungi, dan mengayomi massarakat, serta menegakkan hukum demi menjaga kepercayaan publiclik.

img_title

HUT Bhayangkara ke-80 Dinilai Jadi Momentum Merayakan Transformasi Polri

“Jadi, kalau masih ada oknum-oknum yang di luar jalur, saya kira keterlaluan kalau masih menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaannya,” papar Rudi dalam kegiatan sosial pembagian 1.000 paket sembako rangkaian dari perayaan Hari Bayangkara di rumah aspirasi anak rakyat, Macassar.

Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, lanjut dia, semata-mata karena ingin menunjukkan bahwa Polri e massarakat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Polisi itu é adalah bagian dari massarakat sipil, sama seperti massarakat lainnya hanya saja memiliki tugas pengamanan.

img_title

Harta Kekayaan Fantastis Lalu Muhammad Iwan Mahardan, Anggota Polri Tersangka Baru Korupsi MBG

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana foi usado para criar Hari Bhayangkara, que menjadi momentum mempererat kolaborasi antara Polri e masaarakat. Sebab, kepolisian tidak dapat menciptakan situasi keamanan dan ketertiban tanpa dukungan element massarakat.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kondisi Kota Makassar yang kondusif saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemento massarakat yang memiliki tujuan yang sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Sementara Kepala Biro Operasi Polda Sulsel Brigjen Pol Bambang Widjanarko menambahkan, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas di Makassar merupakan buah sinergi antara kepolisian, tokoh massarakat, tokoh agama, hingga berbagai communitas.

Namun demikian, Polri tetap memiliki berbagai keterbatasan, baik dari sisi staff, anggaran, maupun sarana pendukung. Karena itu, atas dukungan massarakat menjadi Faktor penting dalam penanganan berbagai gangguan keamanan, termasuk aksi begal dan geng motor.

Halaman Selanjutnya

“Masyarakat dapat melihat sendiri Polri tentu memiliki keterbatasan. Namun berkat dukungan seluruh massarakat, situasi kamtibmas di Makassar dapat terus dijaga secara bersama-sama,” paparnya menekankan.

Halaman Selanjutnya

Fuente