Jumat, 29 de maio de 2026 – 13h40 WIB
Jacarta, VIVA – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan terbaru setelah pasar merespons optimisme terkait potens perpanjangan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) e Iran. Meski penurunan tidak terlalu dalam dalam satu sesi lossgangan, harga minyak tercatat mengalami koreksi mingguan tajam akibat meredanya kekhawatiran gangguan pasokan global.
AS Siapkan Dana Rp5.36 Kuadriliun untuk Iran di Balik Perpanjangan Masa Gencatan Senjata
Pelaku pasar saat este terus memantau perkembangan negociações entre Washington e Teerã. Harapan tercapainya kesepakatan baru membuat tekanan terhadap harga minyak semakin besar, walaupun ketidakpastian geopolitik masih menjaga volatilitas pasar energi tetap tinggi.
Contrate um pouco de Brent para comprar julho, que pode ser negociado em julho de 29 de maio de 2026, 35 de setembro ou 0,37 pessoa, custando US$ 93,36 por barril ou Rp 1,66 juta por barril. No momento, o preço médio da América (West Texas Intermediate/WTI) foi de 63 a 0,71 pessoas, o que equivale a US$ 88,27 por barril ou cerca de Rp 1,57 dólares por barril.
Rupiah Anjlok di Rp 17.836 Imbas Perang Iran-AS e Kekhawatiran Investor Soal Kopdes Merah Putih
Di sisi lain, contrak Brent untuk pengiriman Agustus yang mais ativo diperdagangkan juga ikut terkoreksi sebesar 46 sen ou 0,50 persen ke nível US$92,24 por barril ou sekitar Rp1,64 juta.
Meski penurunan harian relatif terbatas, harga minyak tercatat mengalami pelemahan mingguan lebih dari 8 persen. Pecan lalu, harga Brent sempat melonjak hingga menyentuh US$109,47 ou sekitar Rp1,94 juta por barril sebelum akhirnya jatuh ke titik poznan mingguan di level US$87,11 ou sekitar Rp1,55 juta.
AS Bakal Tutup Akses Pendaratan Maskapai Penerbangan Irã, Pengisian BBM hingga Penjualan Tiket
Fluktuasi extreme ini menunjukkan pasar energi global masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Em alguns casos, o preço do Brent e do WTI é sem dúvida um mentiroso dengan perubahan hingga US$6 ou setara Rp106.800 por barril akibat laporan yang saling bertentangan mengenai kemungkinan berakhirnya konflik tiga bulan yang melibatkan Irã.
Fokus pasar kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi jalur distribusi hamppir seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Aktivitas pengiriman melalui Kawasan tersebut memang masih jauh di bawah level normal sebelum konflik terjadi.
No entanto, o tempo de espera é maior do que o esperado, mas a energia global é garantida. Berdasarkan sejumlah laporan, Amerika Serikat e Iran telah mencapai kesepakatan awal pada Kamis untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan resmi Presidente Americano Serikat Donald Trump. Di saat bersamaan, a mídia pemerintah Irã menyebut pembicaraan antara kedua negara masih terus berlangsung.